src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Lahan Seluas 10 Hektare Terbakar di Samboja

Lahan Seluas 10 Hektare Terbakar di Samboja

waktu baca 3 menit
Jumat, 7 Agu 2026 19:34 12 huldi amal
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Kebakaran lahan kembali terjadi di Kelurahan Sanipah, Kecamatan Samboja, pada Jumat 7 Agustus 2026. Hingga sore hari, tim gabungan masih berjibaku melakukan proses pemadaman di lokasi kejadian.

Koordinator Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Wilayah Samboja, Saharuddin, mengungkapkan bahwa kebakaran kali ini diduga kuat dipicu oleh sisa aktivitas pembakaran lahan yang percikan apinya berpindah ke area sekitar yang kondisinya kering akibat musim kemarau.

“Dugaan penyebab kebakaran lahan, sisa pembakaran yang terbang ke lokasi ini. Areal yang terbakar seluas 10 hektare,” ungkap Saharuddin.

Proses pemadaman di lokasi tidak berjalan mudah. Tim di lapangan mengalami kendala serius lantaran tidak tersedianya sumber air di sekitar area kebakaran, sehingga proses pendinginan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala.

Meskipun areal yang terbakar cukup luas, Saharuddin memastikan tidak ada bangunan tempat tinggal warga yang terdampak langsung dari peristiwa ini, meski lokasi kejadian merupakan kawasan perkebunan kelapa sawit yang berdekatan dengan beberapa rumah warga. “Ini areal perkebunan sawit, ada saja beberapa rumah, tapi masih aman,” sebutnya.

Kebakaran ini diketahui mulai terjadi sejak pukul 10.00 WITA. Selain minimnya sumber air, tim pemadam juga dihadapkan pada tantangan akses menuju lokasi yang cukup sulit ditembus, sehingga personel yang diturunkan harus membuka jalur sendiri agar dapat mencapai titik api.

Dalam penanganan kebakaran ini, sedikitnya lima personel Damkar, tiga personel TNI, dan tiga personel kepolisian dikerahkan ke lokasi. Selain unsur gabungan tersebut, proses pemadaman juga mendapat dukungan dari pihak Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) dan Kelurahan Sanipah. “Pihak perusahaan Pertamina dan PT AJP juga ikut membantu pemadaman,” ungkapnya.

Untuk mendukung proses pemadaman, sejumlah peralatan turut diturunkan ke lokasi, di antaranya pompa air berukuran besar dan kecil, satu unit alat pemadam manual jenis Manggala, serta mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter.

Menyikapi kejadian ini, Saharuddin kembali mengingatkan masyarakat, khususnya yang masih memiliki kebiasaan membuka lahan dengan cara dibakar, agar segera menghentikan praktik tersebut. Menurutnya, di tengah kondisi musim kemarau seperti saat ini, risiko kebakaran meluas menjadi jauh lebih tinggi dan berpotensi merugikan banyak pihak.

“Yang sering bakar lahan, sadar lah ini lagi musim kemarau, pastinya merugikan dirinya dan juga orang lain,” ungkapnya.

Peristiwa kebakaran lahan di Sanipah ini bukan yang pertama terjadi dalam beberapa hari terakhir. Sehari sebelumnya, Kamis 6 Agustus 2026, kebakaran lahan juga sempat terjadi di kawasan Bukit Soeharto, meski dengan cakupan area yang jauh lebih kecil dibanding kejadian di Sanipah. Informasi kebakaran seluas dua hektare tersebut diterima tim sekitar pukul 15.10 WITA.

Berbeda dengan kejadian di Sanipah, kebakaran di Bukit Soeharto diduga bukan dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan, melainkan akibat gesekan puntung rokok dengan ranting-ranting kering di sekitar lokasi.

“Dugaan penyebab kebakaran di Bukit Soeharto adalah gesekan sisa puntung rokok dengan ranting kering. Karena tidak ada yang buka lahan kemarin,” pungkasnya. (Andri)

LAINNYA
x