src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Gubernur Kaltim Isran meyakini, Indonesia tidak bakal alami krisis energi dan pangan, karena secara fakta Indonesia memiliki sumber daya alam(SDA) yang berlimpah.
“Di Indonesia serba ada, minyak dan gas, perkebunan kelapa sawit, serta sumber daya lain. Tidak mungkin krisis energi, kalau diolah dan dikelola dengan baik,” sebut Isran, saat hadiri pusat operasi pasar pengendalian inflasi di lapangan basket stadion Rondong Demang Tenggarong, Senin 7 November 2022.
Sedangkan urusan pangan, Isran juga berkeyakinan, Indonesia tidak akan krisis pangan, karena tanam apa saja di tanah air pasti berhasil tumbuh, diperkuat dengan lahan dan cuaca yang mendukung.
“Apalagi di Kaltim, lahannya subur, tanam apa saja pasti tumbuh, asal rajin betanam,” sebutnya.

Untuk persoalan inflasi, Isran menyebut, ada tiga wilayah yang paling terkena dampak inflasi Nasional, yaitu kota Balikpapan, Samarinda dan kabupaten Kukar. Sedangkan untuk daerah lainnya dampaknya minim.
“Inflasi tidak bisa dihindari dan pasti terjadi, karena orang pada bekerja dan menjalankan aktifitas perekonomian,” ungkapnya.
Faktor lainnya penyebab inflasi, sebut Ketua Nasdem Kaltim ini, adalah jalur distribusi pangan yang begitu berat dan mahal untuk wilayah tertentu. Sedangkan yang menjadi tanggung jawab daerah, tersedianya anggaran 2 persen dari APBD, guna pengendalian inflasi yang ada di daerah.
“Untungnya, mulai tahun ini, biaya distribusi pangan bakal ditanggung oleh Badan Ketahanan Pangan Nasional,” ucapnya.
Bupati Kukar Edi Damansyah mengakui, secara Nasional mengalami cobaan COVID-19 dan penurunan perekonomian Nasional imbas krisis global, dan tidak bisa dihindari alami tingkat inflasi yang cukup tinggi juga.
“Untungnya inflasi di Kukar terkendali, meski harga-harga alami kenaikan, akan tetapi daya beli masyarakat berjalan normal,” ucapnya.
Bentuk pengendalian inflasi di Kukar, diberlakukan operasi pasar dan pasar murah, masyarakat bisa membeli paket sembako yang disediakan pemerintah dengan harga Rp 70 Ribu per paket.
“Paket sembako yang kami sediakan mencapai ratusan paket, yang dibeli dengan harga yang murah untuk masyarakat non sejahtera,” pungkasnya.(andri)