src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pimpinan Ponpes di Kukar Diduga Lecehkan Santriwati Bertahun-tahun, Alumni Berani Speak Up

Pimpinan Ponpes di Kukar Diduga Lecehkan Santriwati Bertahun-tahun, Alumni Berani Speak Up

waktu baca 2 menit
Kamis, 4 Jun 2026 15:48 25 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dugaan kasus pelecehan seksual kembali mencoreng lembaga Pondok Pesantren (Ponpes) di Tenggarong Seberang. Kali ini, kasus masih satu rantai dengan pelecehan seksual santri putra beberapa waktu yang lalu di mana pelakunya sudah menjalani vonis di Pengadilan Negeri Kukar. Namun, korban yang melaporkan adalah bekas santriwati alias alumni Ponpes.

‎”Korban pelecehan seksual dari Pimpinan Ponpes tersebut sebanyak 11 orang, ini sedang kami dampingi dan tangani secara intens,” sebut kuasa hukum korban dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kaltim, Sudirman, Kamis 4 Juni 2026.

‎Awal terbongkarnya kasus ini, kata dia, salah satu korban berinisial D melaporkan ke TRC PPA bahwa dia menjadi korban pelecehan seksual dari pimpinan Ponpes. Motif yang dilakukan sang “kyai” dengan membujuk bahwa ini bagian dari transfer ilmu. ‎”Jika korban tidak mau, maka diancam tidak naik kelas,” rinci Sudirman.

‎Kejadian pelecehan seksual hingga ada korban yang sudah disetubuhi kyai, berlangsung dari tahun 2021 hingga 2024. TRC PPA menduga korban bisa lebih dari 11 orang. Visum akan dilakukan kepada korban dalam upaya melengkapi penyelidikan. ‎”Dari salah satu korban, ada yang bilang masih ada lagi korbannya dari 11 santri, tapi tidak mau berbicara ke publik karena tidak enak,” jelasnya.

‎Dari mencuatnya kasus ini membuat korban trauma berat sebagai alumni. TRC melakukan pendampingan secara intens bukan hanya aspek hukum, tetapi juga psikologis. TRC sudah melaporkan kasus tersebut ke Polda Kaltim. Kenapa tidak melaporkan ke Polres Kukar? Sudirman beralasan pihaknya sudah bekerja sama dengan Polda Kaltim. ‎”Lagipula ada korban juga yang sudah melapor lebih dulu ke Polda Kaltim. Kami tinggal lanjutkan saja,” tegasnya.

‎Ada upaya Ponpes melakukan pendekatan dan ingin berbicara dengan korban dan pihak keluarganya. Namun, TRC PPA langsung memblokir akses karena ada dugaan ada upaya pembungkaman terhadap korban dan pihak keluarga. Terlebih lagi, pihak Ponpes berupaya mendekati para korban yang berani bersuara. “Semua korban berasal dari Kukar, Samarinda dan Bontang. “Sedangkan terduga pelaku berusia lanjut tersebut, belum ditahan sampai sekarang,” pungkasnya.(Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x