src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis. (Foto: Riska/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Berau, Sri Aslinda Gamalis menegaskan peran strategis posyandu dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Berau. Hal itu disampaikannya di tengah tantangan pelayanan masyarakat yang cukup kompleks akibat kondisi geografis Berau yang luas dan beragam, mulai dari wilayah pesisir hingga pedalaman.
“Keberadaan posyandu dan kader di tingkat akar rumput dinilai sangat penting untuk melakukan edukasi, pemantauan tumbuh kembang anak, serta intervensi dini kepada masyarakat,” ucapnya.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini masih dihadapkan pada sejumlah isu penting, seperti percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, penguatan ketahanan keluarga, hingga pemberdayaan ekonomi rumah tangga.
Ia menyebut, secara nasional angka prevalensi stunting masih berada di kisaran lebih dari 20 persen. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama sehingga sinergi semua pihak diperlukan untuk menekan angka stunting, khususnya di Kabupaten Berau.
Saat ini, Posyandu tidak hanya berfokus pada layanan kesehatan, tetapi telah bertransformasi menjadi pelaksana enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM), yakni pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
Ia juga melaporkan bahwa sebanyak 271 Posyandu yang tersebar di 10 kelurahan dan 100 kampung se-Kabupaten Berau telah 100 persen memiliki surat keputusan lurah maupun kepala kampung sebagai Posyandu 6 SPM, dan kini sedang dalam proses registrasi di Kementerian Dalam Negeri.
Selain itu, Tim Pembina Posyandu Kabupaten Berau terus berupaya meningkatkan kapasitas pengurus dan kader melalui berbagai pelatihan agar implementasi Posyandu 6 SPM dapat berjalan optimal.
Dalam aspek pemberdayaan perempuan dan keluarga, Sri Aslinda menilai masih diperlukan penguatan kapasitas keluarga dalam menghadapi tantangan ekonomi, pendidikan anak, serta perubahan sosial di masyarakat.
Kata dia, keberhasilan gerakan PKK dan Posyandu sebagai mitra pemerintah sangat ditentukan oleh kekuatan organisasi itu sendiri. “Jika solid, kuat, dan terkoordinasi dengan baik, maka kita akan menjadi kekuatan besar dalam menyukseskan agenda pemerintah daerah,” pungkasnya. (Riska)