30.5 C
Samarinda
Thursday, July 18, 2024

Jelang Tutup Tahun, Harga Emas Terus Meroket

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Harga perhiasan emas merangkak naik jelang tutup tahun 2020. Emas kadar 23 karat dijual seharga Rp 850 ribu sampai Rp 875 ribu pada Minggu, 27 Desember 2020. Dari pantauan headlinekaltim.co di sejumlah toko emas yang berada di kawasan Pasar Pagi, harga jual emas dipatok beragam sesuai kadarnya.

Emas kode 750 dijual di level Rp 770 ribu hingga Rp 800 ribu per gram. Emas kode 700 atau emas 22 karat dijual Rp 700 ribu per gram. Sedangkan emas kode 375 dijual Rp 440 ribu sampai Rp 460 ribu per gram.

Alam (28) salah seorang pemilik toko emas mengatakan kenaikan harga perhiasan emas sudah terjadi sejak dua hari sebelum Natal. Hari ini, harga kembali naik. Ia memperkirakan meningkatnya harga emas masih akan terjadi hingga bulan Desember 2020 berakhir.

“Naik sebelum natal kemarin, ini juga masih naik lagi. Kenaikan ini disebabkan karena meningkatnya daya beli masyarakat, mungkin mereka yang mau merayakan Natal dan tahun baru. Kalau stok barangnya, ya ada saja,”ucapnya.

Dikatakan Alam, sebelumnya emas kadar 23 karat dijual seharga Rp 790 ribu sampai Rp 800 ribu per gram. Namun harga tersebut belum termasuk ongkos. Sedangkan kalau dijual kembali akan dipotong Rp 50 ribu, tergantung kondisi barang dan kelengkapan surat-surat beli perhiasan emas tersebut. “Kalau dijual beda lagi, pasti ada potongan per gramnya, kita juga lihat barangnya seperti apa, sama surat,” terangnya.

Alim (35) pedagang perhiasan emas di Pasar Pagi lantai 2 mengaku hanya menjual emas kode 750 dan 700. Perhiasan-perhiasan tersebut juga mengalami kenaikan bahkan sejak sepekan jelang Natal.

“Biasanya saya jual emas kadar 700 itu kalau sebelum naik hanya Rp 650 ribu per gram. Tapi setelah naik, harganya kita jual Rp 680 ribu sampai Rp 690 ribu per gram. Kalau emas kadar 750 dijual Rp 770 ribu per gram sekarang, sebelumnya cuma Rp 720 ribu per gram,” katanya.

Alam juga mengaku menerapkan biaya ongkos saat emas tersebut dijual kembali oleh si pembeli, berkisar antara Rp 10 ribu sampai Rp 25 ribu per gram. Tergantung kondisi barang dan surat pembelian.

“Kalau kami tidak sama dengan emas yang di bawah. Kami jual tidak dikenakan ongkos lagi, jadi harga jual sudah total semua. Kalau di toko yang penjual emas 23 karat di bawah, biasanya kalau beli, harga jual belum termasuk ongkos lagi. Kalau kami ongkos itu akan kami kenakan kalau barang yang dibeli, dijual kembali oleh si pembeli,” beber Alam.

Sementara, Naura (39), pedagang emas kode 375 mengatakan sejak adanya kenaikan harga emas kadar 23 karat dan 22 karat, perhiasan emas miliknya laku keras. Dibandingkan dengan harga emas kadar 23 dan kadar 22 karat, perhiasan emas yang dijualnya jauh lebih murah dan relatif terjangkau dengan model-model yang tak kalah bagusnya.

“Kalau saya jual emas kode 375, per gramnya hanya Rp420 ribu sampai Rp460 ribu, tergantung model ya. Alhamdulillah, meningkat harga emas 23 dan 22, akhirnya banyak masyarakat yang beralih ke emas kadar 375,” kata Naura.

Naura menyebut, emas yang dijualnya tidak terlalu banyak mengalami kenaikan dari harga jual sebelumnya yakni Rp 400 ribu per gram. “Naik gak banyak, hanya Rp 20 ribu. Kalau dijual lagi, potongan juga sedikit, cuma Rp 25 ribu per gram. Tapi lihat kondisi barang,” terangnya.

Tak hanya menjual emas kode 375 saja, Naura juga menjual perhiasan perak yang dijual Rp 40 ribu per gram. “Selain emas 375, perhiasan perak juga banyak di cari masyarakat. Perak ini juga naik, sebelumnya hanya Rp 35 ribu per gram, sekarang Rp 40 ribu per gram. Kalau dijual lagi dipotong Rp 15 ribu per gram,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Editor: MH Amal

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER