HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG–Penguatan ketahanan pangan menjadi fokus utama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memperkuat kemandirian daerah. Saat ini, ketahanan pangan Kaltim telah mencapai angka 62 persen, sebuah lonjakan signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Capaian ketahanan pangan Kaltim tersebut disampaikan langsung Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, saat menghadiri Temu Karya Karang Taruna Kaltim yang digelar di Hotel Grand Elty Tenggarong, Selasa (12/5/2026).
Menurutnya, peningkatan ini menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam mendorong kemandirian sektor pangan. “Dulu ketahanan pangan kita cuma 30 persen, 70 persen kebutuhan pangan didatangkan dari luar Kaltim,” ujar Seno Aji di hadapan peserta kegiatan.
Menurutnya, perkembangan ketahanan pangan Kaltim saat ini menjadi modal penting bagi Kalimantan Timur untuk terus bergerak menuju target swasembada penuh. Pemerintah provinsi menargetkan ketahanan pangan Kaltim dapat menyentuh angka 100 persen dalam beberapa tahun ke depan.
Seno menegaskan, pencapaian ketahanan pangan Kaltim secara penuh akan menjadi bukti keberhasilan implementasi program nasional di daerah. Hasil capaian tersebut nantinya juga akan dilaporkan langsung kepada Presiden sebagai bentuk kontribusi Kalimantan Timur terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
Selain mendorong produksi pangan, Pemprov Kaltim juga mempersiapkan strategi hilirisasi sektor perkebunan, khususnya kelapa sawit. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat rantai ekonomi daerah sekaligus mendukung pertumbuhan pangan Kaltim secara berkelanjutan.
Ia menjelaskan, saat ini industri pengolahan kelapa sawit masih terkonsentrasi di wilayah Bontang dan Balikpapan, sementara sebagian besar sumber bahan baku justru berasal dari kabupaten lain di Kalimantan Timur.
“Kamu juga akan gerakan anak muda, seperti Karang Taruna, untuk wujudkan program ketahanan pangan, dengan memilih profesi sebagai petani muda,” jelasnya.
Keterlibatan generasi muda dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan ketahanan pangan Kaltim. Karena itu, pemerintah berharap Karang Taruna Kaltim dapat menjadi motor penggerak lahirnya petani-petani muda yang adaptif terhadap perkembangan teknologi pertanian modern.
Di sisi lain, Seno Aji juga menyoroti kondisi ekonomi daerah yang tengah menghadapi tekanan akibat kebijakan pembatasan produksi batu bara secara nasional. Kebijakan tersebut dikhawatirkan berdampak pada potensi pemutusan hubungan kerja di sejumlah perusahaan.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah daerah mulai mendorong pengembangan sektor ekonomi kreatif dan usaha mikro kecil menengah sebagai alternatif penguatan ekonomi masyarakat. “Kita akan arahkan upaya ekonomi kreatif, memulai usaha menjadi pelaku UMKM,” katanya.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, memastikan dukungan penuh terhadap langkah Karang Taruna Kaltim dalam mendukung penguatan ketahanan pangan Kalimantan Timur.
Menurutnya, program ini memiliki prospek besar karena mendapat dukungan langsung dari jajaran pengurus pusat. “Ketua Karang Taruna pusat juga anggota DPR RI, sangat konsen dibidang pengembangan pertanian di Indonesia,” ujarnya.
Ketua Karang Taruna Kaltim, Hendra, juga menegaskan organisasinya siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat ketahanan pangan Kaltim melalui program berbasis pemberdayaan pemuda.
“Kita memang konsentrasi dibidang sosial, kepemudaan, tapi mulai mengarah kepada pengembangan pertanian dan ketahanan pangan,” pungkasnya.(Andri)