src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> MGMP Bahasa Inggris Kukar Gelar Sharing Session, Bahas Pemanfaatan AI hingga Pembelajaran Berbasis STEAM

MGMP Bahasa Inggris Kukar Gelar Sharing Session, Bahas Pemanfaatan AI hingga Pembelajaran Berbasis STEAM

waktu baca 4 menit
Selasa, 11 Agu 2026 10:43 38 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menggelar kegiatan peningkatan kompetensi guru melalui sharing session bertajuk “Welcome New Academic Year 2026/2027”. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan para pendidik bahasa Inggris dalam merancang pembelajaran yang lebih berkualitas, inovatif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Ketua Panitia Sharing Session MGMP Bahasa Inggris Kukar, Rohmawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi guru semata, melainkan juga menjadi ruang untuk merumuskan strategi pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan siswa di era sekarang.

“Bukan hanya meningkatkan kompetensi guru, tapi merancang pembelajaran berkualitas, inovatif dan relevan,” ucap Rohmawati, Senin 10 Agustus 2026.

Sharing session ini dirancang sebagai wadah berbagi praktik baik antar guru bahasa Inggris dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SMP, SMA, hingga SMK. Melalui kegiatan semacam ini, diharapkan tercipta kolaborasi yang lebih kuat serta jejaring profesional yang solid antartenaga pendidik.

Selain memperkuat hubungan antarguru, kegiatan ini juga bertujuan melahirkan inovasi-inovasi baru dalam metode pembelajaran bahasa Inggris. Lebih jauh lagi, sharing session ini diharapkan mampu membangun semangat dan komitmen bersama di kalangan guru dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan yang terus berkembang dari waktu ke waktu.

Kegiatan yang berlangsung di Coconut Beach, Samboja, pada 28 Juli 2026 ini turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Timur Cabang III wilayah Kukar. Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi SMA dan Pendidikan Khusus Layanan Khusus (PKLK), Fadli Yulizannur, yang turut memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan pengembangan profesi guru ini.

Salah satu topik utama yang menjadi sorotan dalam sharing session ini adalah pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) dalam proses belajar mengajar. Materi ini dibawakan oleh guru Miftahul Jannah, yang memaparkan bagaimana teknologi AI dapat digunakan secara interaktif dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Menurutnya, pemanfaatan AI bukan sekadar tren teknologi semata, melainkan sebuah inovasi yang mampu memberikan wawasan baru bagi para guru bahasa Inggris dalam merancang bahan ajar. Dengan bantuan AI, guru dapat menciptakan materi pembelajaran yang lebih adaptif dan disesuaikan dengan kebutuhan serta karakteristik masing-masing siswa.

Narasumber berikutnya, Hermi Yunisa, memperdalam pembahasan dengan memberikan materi khusus mengenai teknik penyusunan prompt AI secara efektif. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya presisi dalam penulisan instruksi atau perintah kepada AI, agar teknologi tersebut mampu menghasilkan luaran yang benar-benar akurat, baik berupa teks, media pembelajaran, maupun ide-ide kreatif yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang telah dirancang sebelumnya.

Materi ini menjadi bekal penting bagi para guru, mengingat penggunaan AI dalam dunia pendidikan kini semakin masif namun tetap membutuhkan keterampilan khusus agar hasil yang diperoleh benar-benar optimal dan tepat guna.

Selain pembahasan seputar AI, sharing session ini juga menghadirkan materi microteaching yang dibawakan secara impresif oleh Syahdatul Asyifah. Dalam sesi ini, pendekatan fenomena dipadukan secara harmonis dengan kerangka Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics (STEAM).

Pendekatan ini menekankan bagaimana pembelajaran bahasa Inggris seharusnya tidak berhenti pada tataran konseptual semata, melainkan harus mampu dikaitkan dengan fenomena nyata yang ada di sekitar kehidupan siswa. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Inggris dapat terintegrasi secara lintas disiplin ilmu pengetahuan, sehingga siswa tidak hanya memahami teori kebahasaan, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan sehari-hari yang lebih luas dan kontekstual.

Menutup rangkaian sharing session, Rohmawati yang juga berprofesi sebagai pendidik di SMAN 1 Anggana ini menegaskan bahwa esensi dari keseluruhan kegiatan tersebut terletak pada dua hal utama, yakni optimalisasi pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran serta peningkatan kualitas pembelajaran berbasis fenomena STEAM.

“Bagaimana penekanannya, memaksimalkan pemanfaatan AI hingga peningkatan pembelajaran berbasis Phenomena STEAM,” tegas Rohmawati.

Melalui kegiatan sharing session semacam ini, MGMP Bahasa Inggris Kukar berharap dapat terus mendorong peningkatan kualitas pembelajaran bahasa Inggris di berbagai jenjang pendidikan, sekaligus mempersiapkan para guru menghadapi tantangan pendidikan di tahun ajaran baru dengan bekal kompetensi dan inovasi yang lebih matang. (Andri)

LAINNYA
x