src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jika Hujan Tak Kunjung Turun, Kaltim Siapkan Rekayasa Cuaca 22-27 Agustus untuk Cegah Karhutla

Jika Hujan Tak Kunjung Turun, Kaltim Siapkan Rekayasa Cuaca 22-27 Agustus untuk Cegah Karhutla

waktu baca 2 menit
Selasa, 18 Agu 2026 10:27 34 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Selain menyalurkan bantuan pangan dan energi ke Mahakam Ulu, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) turut menyiapkan langkah antisipasi lebih besar untuk mengatasi dampak kemarau panjang yang melanda.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, mengungkap rencana pelaksanaan rekayasa cuaca guna mempercepat turunnya hujan, sebagai upaya mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kota/kabupaten.

Rencana ini disampaikan Rudy usai melepas bantuan cadangan pangan sekaligus komoditi operasi pasar untuk warga Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, pada Senin 17 Agustus 2026.

Dikatakannya, apabila hingga pertengahan Agustus belum juga turun hujan, rekayasa cuaca akan dilaksanakan pada rentang 22 hingga 27 Agustus 2026, dengan sasaran utama wilayah Kabupaten Berau, Kutai Barat, dan Kutai Kartanegara.

“Insya Allah tanggal 22 sampai tanggal 27, jika hujan belum turun, maka akan dilaksanakan rekayasa cuaca supaya hujan bisa segera turun di wilayah Kalimantan Timur, terkhusus untuk di Kabupaten Berau, Kabupaten Kutai Barat, dan juga Kutai Kartanegara. Ini berkaitan dengan Karhutla,” tutur Rudy.

Ia menyebut, dampak kemarau panjang tahun ini tidak hanya dirasakan lewat terganggunya distribusi barang dan jasa akibat surutnya sungai, tetapi juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.

Rudy menilai, langkah antisipasi jauh lebih diutamakan ketimbang harus repot memadamkan api yang sudah terlanjur membesar, mengingat dampak karhutla bisa meluas hingga memengaruhi kesehatan masyarakat secara langsung.

“Lebih baik kita sibuk untuk mengantisipasi daripada kita memadamkan kebakaran ini, karena banyak sekali dampak yang akan terjadi, terutama berkaitan dengan kesehatan,” kata dia.

Ditanya soal sejauh mana informasi kekeringan di Mahakam Ulu maupun Kutai Barat sudah sampai kepadanya, Rudy memastikan laporan tersebut sudah diterimanya secara langsung, termasuk lewat pertemuan yang sempat digelar bersama Bupati Mahakam Ulu belum lama ini.

Ia menyebut kebutuhan mendesak yang paling dikeluhkan warga saat ini adalah ketersediaan sembako serta energi, baik bahan bakar minyak maupun gas elpiji. “Sudah, sudah sampai. Kemarin kita ketemu dengan Bupati Mahakam Ulu juga. Yang jelas hari ini kebutuhan berkaitan dengan sembako, energi, baik bahan bakar maupun gas, menjadi sangat-sangat urgent di sana,” sebutnya.

Pemprov Kaltim, lanjut dia, berkomitmen untuk terus memantau perkembangan kekeringan di lapangan, sembari menyiapkan langkah-langkah antisipasi lanjutan apabila kondisi tidak kunjung membaik dalam waktu dekat.

Rudy turut meminta doa dari seluruh masyarakat Kaltim, khususnya warga di Mahakam Ulu, agar hujan segera turun di tengah kondisi kekeringan yang tengah berlangsung. “Mohon doanya kepada seluruh masyarakat Kalimantan Timur, khususnya yang ada di Mahakam Ulu, semoga cepat turun hujan,” pinta Rudy Mas’ud. (Retno)

LAINNYA
x