27.6 C
Samarinda
Thursday, June 20, 2024

Jalani Verifikasi Lanjutan Kabupaten Kota Sehat, Bupati Berau Sri Juniarsih Optimis Raih Penghargaan

banner pemkab Berau
HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kabupaten Berau menjalani verifikasi lanjutan penghargaan Kabupaten Kota Sehat (KKS) tingkat nasional tahun 2023. Hanya ada tiga Kabupaten/Kota di Kaltim yang lolos tahap verifikasi lanjutan, yaitu Kota Samarinda, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Berau.

Bupati Berau Sri Juniarsih menyampaikan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sangat mendukung dan menyadari betapa pentingnya KKS ini, dalam mewujudkan kabupaten yang aman dan sehat.

Sembilan tatanan yang menjadi indikator penilaian yaitu kehidupan masyarakat sehat mandiri, permukiman dan fasilitas umum, satuan pendidikan, pasar, perkantoran dan perindustrian, pariwisata, transportasi dan tertib lalu lintas, perlindungan sosial, dan penanggulangan bencana.

“Apalagi Berau sebagai salah satu pilihan destinasi wisata bahari, sehingga ini juga menjadi komitmen pemerintah,” jelasnya secara virtual di ruang Kakaban pada Senin, 7 Agustus 2023.

Bupati juga optimis dengan kemajuan capaian khususnya untuk Open Defecation Free (ODF) yang sekitar 80 persen, Berau bisa mendapatkan penghargaan Swasti Saba Wiwerda.

“Peningkatan dari tahun ke tahun tersebut juga karena adanya kerjasama antara Pemerintah, dinas terkait, forum Berau sehat, partisipasi masyarakat, perusahaan, maupun organisasi kemasyarakatan,” ucapnya.

Sri berharap agar capaian ODF ini bisa mencapai 100 persen, karena deklarasi ODF menjadi penting ketika Musrenbang Kecamatan. Dari 110 kelurahan/kampung, tersisa 22 yang belum ODF.

“Perlu teknologi tepat guna. Ini sangat penting karena memiliki dampak yang besar terhadap penularan penyakit, Stunting dan sebagainya. Kami serius untuk mendukung KKS di kabupaten Berau,” tuturnya.

Ketua Forum Berau Sehat, Sultan menyampaikan verifikasi lanjutan ini dilakukan setelah sebelumnya ada verifikasi administrasi untuk penilaian Kabupaten Kota Sehat 2023.

“Ini adalah lanjutan karena harusnya mereka itu datang kemari. Dengan teknologi sekarang bisa dilakukan secara virtual, mereka melakukan pendalaman dengan menanyakan berkas dan administrasi yang sudah kita sampaikan berkenaan dengan penilaian khususnya tentu di 9 tatanan yang menjadi sasaran kabupaten kota sehat,” jelasnya.

Berdasarkan penyampaian tim penilai dari pusat ada beberapa yang kurang seperti data dukung yang dibutuhkan dari administrasi, yaitu tatanan terkait pasar terkait rumah potong unggas, pariwisata, dan penanggulangan bencana.

“Dalam waktu dua kali 24 jam sudah harus kita penuhi data-data dukung yang masih kurang,” bebernya.

Menurutnya, ada prasyarat yang memang agak berat karena dari 10 Kabupaten/kota yang ada di Kaltim, hanya 3 Kabupaten/Kota seperti Samarinda, Balikpapan, dan Berau yang memenuhi 80 persen ODF.

“Berau masuk 80 persen karena kita memang berusaha bebas ODF. Tapi memang ada yang berat, makanya kita baru 80 persen. Ini yang harusnya ada terkait kabupaten kota sehat, karena penting bagi kesehatan,” tuturnya.

Selain 9 tatanan dari indikator pokok dan pendukung yang menjadi penilaian, sebenarnya nilai Kabupaten Berau 89, 63 persen. “Jadi secara nilai hampir wiwerda. 80 persen itu padapa, 90 persen wiwerda, dan 100 persen itu wistara,” ucapnya.

Untuk itu, Bupati berharap agar Kabupaten Berau meningkat walaupun prasyaratnya baru ODF, sehingga Berau dapat mengikuti verifikasi ini. “Harapannya mudah mudahan kita bisa mendapatkan penghargaan Swasti Saba Wiwerda,” pungkasnya. (Adv)

Penulis: Riska.

- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU

POPULER