src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Beatrice Geraldine Limbong, Siswi kelas XI SMA Negeri 2 Berau yang terpilih sebagai pembawa baki pada Upacara HUT ke-81 RI Kaltim. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Langkah Beatrice Geraldine Limbong membawa baki bendera dalam Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Stadion Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Senin 17 Agustus 2026, menjadi puncak dari latihan yang dijalaninya selama sekitar tiga pekan.
Siswi kelas XI SMA Negeri 2 Berau itu merupakan anggota Paskibraka Kaltim yang terpilih sebagai pembawa baki setelah melewati proses seleksi bersama sejumlah calon lainnya. Di balik tugas yang terlihat singkat saat upacara, Beatrice mengaku harus menghadapi rasa gugup sebelum menjalankan peran pentingnya. “Jujur menjadi pembawa baki pada pagi hari ini deg-degan, takut juga, tapi saya selalu bahagia. Saya berusaha yang terbaik untuk menampilkan hasil latihan saya yang terbaik,” kata Beatrice.
Kesempatan itu tidak didapatkannya begitu saja. Sebelum ditetapkan sebagai pembawa baki, Beatrice sempat menjalani latihan sebagai calon pembawa baki sekaligus berada dalam posisi cadangan. Ia kemudian terus berusaha menunjukkan kemampuan terbaik hingga akhirnya terpilih dari enam calon yang mengikuti seleksi.
Proses seleksi dilakukan dengan menguji keenam calon tersebut satu per satu. Dari proses itu, kemampuan masing-masing calon dibandingkan untuk menentukan siapa yang dinilai paling siap mengemban tugas sebagai pembawa baki pada upacara 17 Agustus.
“Terpilih sekitar enam orang calon pembaki. Jadi dites satu-satu mana yang terbaik dari yang terbaik semuanya, dan puji Tuhan terpilih saya,” ungkapnya.
Persiapan kemudian berlangsung selama kurang lebih tiga minggu. Beatrice bersama anggota Paskibraka lainnya menjalani masa pembinaan dan latihan di BPSDM Kaltim di kawasan Loa Bakung, sebelum tiga hari terakhir dipindahkan ke asrama atlet di GOR Sempaja, kawasan Gelora Kadrie Oening.
Latihan tidak hanya dilakukan sekali dalam sehari. Dalam kondisi cuaca Samarinda yang menyengat, para anggota Paskibraka tetap menjalani latihan dari pagi hingga sore dengan beberapa sesi pengulangan. Gerakan pengibaran hingga penurunan terus dilatih agar seluruh rangkaian upacara dapat dilakukan dengan tepat saat hari pelaksanaan.
Bagi Beatrice, rasa lelah selama latihan harus dikesampingkan karena tugas tersebut hanya datang sekali dalam perjalanan hidup seorang anggota Paskibraka. Dukungan dari pelatih juga menjadi bagian penting yang membuatnya dan rekan-rekannya tetap bertahan menjalani latihan meski harus berulang kali menguras tenaga.
“Kami memang capek, tapi pelatih selalu semangatin karena kita harus sukses pada tanggal 17 Agustus. Ini sekali seumur hidup,” tuturnya.
Kini, seluruh latihan tersebut terbayar. Beatrice berhasil menjalankan tugasnya sebagai pembawa baki dalam upacara kemerdekaan tingkat Provinsi Kaltim. “Jadi mau kita capek, mau lelah itu harus didorong, nggak boleh dipelihara karena semuanya ini kita harus bisa menyukseskan pada tanggal 17 Agustus,” demikian Beatrice. (Retno)