src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Begini Cara Bantuan Bahan Pokok ke Long Apari dan Long Pahangai, Dua Wilayah Kaltim yang Hanya Bisa Diakses Lewat Sungai

Begini Cara Bantuan Bahan Pokok ke Long Apari dan Long Pahangai, Dua Wilayah Kaltim yang Hanya Bisa Diakses Lewat Sungai

waktu baca 3 menit
Selasa, 18 Agu 2026 18:17 18 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Di balik penyaluran bantuan pangan dan komoditi operasi pasar ke Kabupaten Mahakam Ulu, masalah distribusi juga menjadi masalah karena sebagian wilayah tujuan hanya bisa dijangkau lewat jalur sungai.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Heni Purwaningsih, menjelaskan detail program tersebut usai mendampingi Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, melepas bantuan untuk warga Kecamatan Long Apari dan Long Pahangai, Senin, 17 Agustus 2026.

Dia menyebut, ada dua program berbeda yang dijalankan secara bersamaan dalam kegiatan ini. Program pertama adalah operasi pasar, yakni kegiatan distribusi dan penjualan barang kebutuhan pokok serta barang penting ke Mahakam Ulu. Program kedua adalah penyaluran cadangan pangan pemerintah provinsi, berupa pembagian beras secara gratis kepada penerima yang sudah ditentukan.

“Yang satunya tadi sifatnya adalah tetap penjualan, yang satunya adalah pembagian gratis,” kata Heni.

Ia menjelaskan, Disperindagkop Kaltim berperan mengkoordinasikan pelaksanaan operasi pasar, dengan total komoditi mencapai 3,45 ton yang terdiri dari beras, gula, dan minyak goreng. Sementara untuk program cadangan pangan sebanyak 9,7 ton, koordinasinya berada di bawah kewenangan bidang tanaman pangan dan teknologi.

Selain operasi pasar yang disalurkan Pemprov Kaltim, Heni menyebut Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu sendiri juga secara intens menggelar Gerakan Pasar Murah (GPM) di sejumlah kecamatan. Ia memastikan ketersediaan barang di ibu kota kabupaten maupun kecamatan yang masih terjangkau akses darat dari ibu kota sebenarnya masih dalam kondisi aman sehingga masyarakat di wilayah tersebut tidak perlu khawatir kekurangan pasokan.

“Sebetulnya ketersediaan barang itu di ibu kota kabupaten atau di kecamatan-kecamatan yang masih terjangkau dari ibu kota itu tersedia. Artinya masyarakat tidak perlu khawatir,” tutur dia.

Namun, persoalan berbeda dihadapi wilayah yang aksesnya hanya bisa ditempuh lewat jalur air, khususnya Long Apari dan Long Pahangai. Kedua kecamatan inilah, lanjut Heni, yang membutuhkan upaya gerak cepat agar barang kebutuhan pokok bisa tetap masuk, mengingat keterbatasan moda transportasi akibat surutnya Sungai Mahakam.

Mekanisme distribusinya sendiri melibatkan sistem serah terima bertahap. Barang yang sudah dikirim dari provinsi akan diserahkan lebih dulu di titik serah Kabupaten Ujoh Bilang. Kemudian didistribusikan oleh Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu kepada para pelaku usaha di Long Apari dan Long Pahangai.

Selanjutnya, para pelaku usaha inilah yang akan menjual kembali barang tersebut kepada masyarakat sesuai harga acuan atau ketentuan yang sudah ditetapkan. “Nanti ada titik serah, kemudian dari Mahakam Ulu mendistribusikan ke Long Apari dan Long Pahangai,” jelasnya.

Heni menambahkan, program operasi pasar seperti ini bukan hanya berlaku untuk Mahakam Ulu, melainkan juga sudah dilaksanakan di sejumlah kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur sesuai permintaan masing-masing daerah. Dalam sepekan terakhir saja, Disperindagkop Kaltim tercatat sudah menggelar operasi pasar di Bontang, Penajam Paser Utara, dan Berau.

“Beberapa waktu yang lalu, mungkin baru saja minggu yang lalu, kita juga ke Bontang, ke Penajam Paser Utara, kemudian ke Berau. Itu sesuai dengan permintaan dari pemerintah kabupaten sana,” ungkap Heni.

Dijelaskannya, pelaksanaan operasi pasar di daerah-daerah tersebut umumnya diawali dengan pengajuan surat permohonan resmi dari pemerintah kabupaten/kota kepada Disperindagkop Kaltim, yang kemudian ditindaklanjuti sesuai kebutuhan masing-masing wilayah. “Dan itu sudah secara sementara kita lakukan sesuai dengan permohonan dari kabupaten,” demikian Heni Purwaningsih. (Retno)

LAINNYA
x