src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Meta Siapkan Model AI Baru “Mango” dan “Avocado”, Target Rilis Paruh Pertama 2026

Meta Siapkan Model AI Baru “Mango” dan “Avocado”, Target Rilis Paruh Pertama 2026

3 minutes reading
Wednesday, 24 Dec 2025 14:00 119 Anjhu Anggia

HEADLINEKALTIM.CO – Meta dilaporkan tengah mengembangkan sejumlah model kecerdasan buatan generasi terbaru melalui unit riset Superintelligence Labs. Unit ini dipimpin oleh salah satu pendiri Scale AI, Alexandr Wang, yang kini dipercaya mengarahkan peta jalan pengembangan teknologi AI Meta ke depan.

Dilansir dari AntaraNews, Meta tengah menyiapkan dua model AI Meta dengan pendekatan berbeda, yakni model berbasis gambar dan video yang diberi nama sandi “Mango”, serta model berbasis teks yang dikenal secara internal dengan sebutan “Avocado”. Kedua model tersebut ditargetkan meluncur pada paruh pertama 2026.

Informasi terkait pengembangan model AI Meta ini terungkap dalam sesi tanya jawab internal perusahaan. Dalam forum tersebut, Alexandr Wang bersama Chief Product Officer Meta, Chris Cox, memaparkan arah strategi serta fokus pengembangan kecerdasan buatan Meta dalam beberapa tahun mendatang.

Wang mengungkapkan bahwa salah satu fokus utama pengembangan model AI Avocado adalah peningkatan kemampuan pemrosesan teks, khususnya dalam aspek coding. Meta menargetkan model AI Meta berbasis teks ini mampu memberikan performa pemrograman yang lebih kuat dan kompetitif dibandingkan generasi sebelumnya.

Selain itu, Meta juga tengah mengeksplorasi pengembangan model AI Mango yang dirancang untuk memahami informasi visual secara lebih mendalam. Model ini diharapkan tidak hanya mampu mengenali gambar dan video, tetapi juga melakukan penalaran, perencanaan, serta pengambilan tindakan tanpa perlu dilatih secara spesifik untuk setiap skenario.

Pendekatan tersebut menunjukkan ambisi Meta untuk menghadirkan model AI Meta yang lebih adaptif dan fleksibel, sejalan dengan tren pengembangan kecerdasan buatan yang mengarah pada sistem AI generalis dengan kemampuan multimodal.

Langkah agresif Meta ini diambil di tengah persaingan industri AI yang semakin ketat. Dalam beberapa waktu terakhir, Meta dinilai mulai tertinggal dibandingkan para pesaing utamanya seperti OpenAI, Anthropic, dan Google yang telah lebih dulu merilis produk AI unggulan.

Sepanjang tahun ini, divisi kecerdasan buatan Meta juga mengalami sejumlah perubahan besar. Restrukturisasi internal dilakukan, termasuk perombakan kepemimpinan serta perekrutan peneliti AI dari berbagai perusahaan teknologi global untuk memperkuat Superintelligence Labs.

Namun, upaya tersebut tidak sepenuhnya berjalan mulus. Sejumlah peneliti yang sempat bergabung dengan Meta Superintelligence Labs dilaporkan memilih meninggalkan perusahaan. Kondisi ini menambah tantangan bagi Meta dalam mempercepat pengembangan model AI Meta yang kompetitif.

Selain itu, Kepala Peneliti AI Meta, Yann LeCun, pada bulan lalu juga mengumumkan pengunduran dirinya. Ia disebut memilih mendirikan perusahaan rintisan sendiri, yang turut menjadi sorotan dalam dinamika internal pengembangan kecerdasan buatan Meta.

Hingga saat ini, Meta dinilai belum memiliki produk AI Meta yang benar-benar dominan di pasar global. Penggunaan asisten Meta AI masih banyak bergantung pada integrasinya dengan berbagai platform media sosial milik Meta yang memiliki basis pengguna miliaran orang.

Fitur Meta AI umumnya ditempatkan di kolom pencarian aplikasi, sehingga adopsinya lebih didorong oleh ekosistem platform, bukan karena keunggulan produk AI itu sendiri. Dengan kehadiran model AI Mango dan Avocado, Meta berharap dapat memperkuat posisinya di tengah kompetisi industri AI yang semakin sengit.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x