src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jadwal Gerhana 2026, Tahun Ini Akan Ada 4 Fenomena

Jadwal Gerhana 2026, Tahun Ini Akan Ada 4 Fenomena

waktu baca 3 menit
Senin, 19 Jan 2026 10:25 311 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Fenomena gerhana selalu menyedot perhatian publik karena perubahan cahaya yang terjadi perlahan mampu menciptakan suasana langit yang dramatis. Tahun ini, jadwal gerhana 2026 menghadirkan empat peristiwa penting yang tersebar sepanjang Februari hingga Agustus. Setiap gerhana memiliki karakteristik, waktu puncak, serta wilayah pengamatan yang berbeda-beda.

Dilansir dari IDN Times, sepanjang 2026 akan terjadi dua gerhana matahari dan dua gerhana bulan. Meski tidak semua fenomena bisa disaksikan langsung dari Indonesia, sebagian di antaranya tetap dapat diamati dengan kondisi tertentu. Karena itu, mengetahui jadwal gerhana 2026 secara detail menjadi langkah penting agar masyarakat tidak melewatkan momen langka ini.

Dua Gerhana Matahari Warnai Jadwal Gerhana 2026

Pada kategori gerhana matahari, jadwal gerhana 2026 mencatat dua peristiwa utama, yakni gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total. Keduanya terjadi pada bulan yang berbeda dengan cakupan wilayah pengamatan yang luas.

1. Gerhana Matahari Cincin – 17 Februari 2026

Gerhana matahari cincin akan terjadi pada 17 Februari 2026. Fenomena ini dapat diamati secara maksimal dari wilayah Antarktika. Sementara itu, fase gerhana matahari sebagian masih dapat terlihat di kawasan Afrika, Amerika Selatan, serta wilayah Samudra Pasifik, Atlantik, dan Hindia.

Dalam jadwal gerhana 2026, fase gerhana sebagian dimulai pukul 16.56 WIB dan berakhir pada 21.27 WIB. Adapun fase cincin api berlangsung mulai pukul 18.42 WIB hingga 19.41 WIB, dengan puncak gerhana terjadi pada pukul 19.12 WIB. Peristiwa ini menjadi salah satu momen paling dinantikan karena menampilkan cincin cahaya Matahari yang unik di langit.

2. Gerhana Matahari Total – 12 hingga 13 Agustus 2026

Gerhana matahari total menjadi sorotan utama dalam jadwal gerhana 2026 karena hanya dapat disaksikan penuh di wilayah tertentu. Fenomena ini akan terlihat di beberapa negara belahan bumi utara, seperti Greenland, Islandia, Spanyol, Rusia, serta sebagian wilayah Portugal.

Gerhana dimulai pada 12 Agustus pukul 22.34 WIB dan berakhir pada 13 Agustus pukul 02.57 WIB. Puncak gerhana tercatat terjadi pada pukul 00.47 WIB dengan durasi totalitas sekitar 2 menit 18 detik. Sayangnya, dalam jadwal gerhana 2026 ini, Indonesia tidak termasuk wilayah yang dapat menyaksikan gerhana matahari total secara langsung.

Dua Gerhana Bulan Lengkapi Jadwal Gerhana 2026

Selain gerhana Matahari, jadwal gerhana 2026 juga diwarnai dua gerhana Bulan yang tidak kalah menarik. Kabar baiknya, salah satu peristiwa tersebut masih dapat diamati dari Indonesia.

1. Gerhana Bulan Total – 3 Maret 2026

Gerhana bulan total pada awal Maret 2026 menjadi momen penting dalam jadwal gerhana 2026, terutama bagi pengamat langit di Indonesia. Fenomena ini dapat disaksikan di wilayah Asia, Australia, Kepulauan Pasifik, hingga Amerika.

Fase penumbra dimulai pukul 15.44 WIB. Saat itu, Bulan terbit dalam kondisi gerhana penumbra di wilayah Indonesia timur. Selanjutnya, fase sebagian terjadi pukul 16.50 WIB dan dapat diamati dari Indonesia tengah. Puncak gerhana bulan total berlangsung pada pukul 18.04 WIB dan bisa disaksikan dari wilayah Indonesia barat. Fase total berlangsung sekitar 58 menit sebelum seluruh rangkaian gerhana berakhir pada pukul 21.22 WIB.

Peristiwa ini menjadi salah satu bagian terpenting dalam jadwal gerhana 2026 karena dapat diamati secara langsung tanpa alat khusus, asalkan cuaca cerah dan langit tidak tertutup awan.

2. Gerhana Bulan Sebagian – 27 hingga 28 Agustus 2026

Menjelang akhir Agustus, jadwal gerhana 2026 kembali mencatat terjadinya gerhana bulan sebagian. Fenomena ini dapat diamati di wilayah timur Pasifik, Amerika, Eropa, Afrika, serta Asia Barat.

Proses gerhana dimulai dengan fase penumbra pada pukul 08.23 WIB, kemudian dilanjutkan fase sebagian pada pukul 09.33 WIB. Gerhana berakhir pada pukul 14.01 WIB dengan total durasi sekitar 5 jam 37 menit. Namun, karena terjadi pada siang hari, gerhana bulan sebagian ini tidak dapat diamati dari Indonesia.

Dengan memahami jadwal gerhana 2026, masyarakat dapat merencanakan waktu pengamatan sekaligus mempersiapkan perlengkapan yang dibutuhkan, terutama untuk gerhana Matahari yang memerlukan alat pelindung khusus. Selain itu, fenomena gerhana juga sering dimanfaatkan sebagai sarana edukasi astronomi, baik di sekolah maupun komunitas pengamat langit.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x