src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Foto: Gerhana Matahari Cincin Api Annular. (Tangkapan Layar Youtube NASA)
HEADLINEKALTIM.CO – Peristiwa gerhana matahari cincin tahun ini diperkirakan berlangsung dengan intensitas tinggi. Dalam fase annular, bulan akan menutupi sekitar 96 persen piringan matahari sehingga menimbulkan efek visual menyerupai lingkaran cahaya atau yang dikenal sebagai fenomena “cincin api”. Momen puncak gerhana matahari cincin ini dijadwalkan terjadi pada pukul 07.12 EST atau setara dengan pukul 19.12 WIB.
Dilansir dari CNBC Indonesia, fase annular pada gerhana matahari cincin hanya dapat diamati dari jalur sempit yang disebut jalur annularity. Jalur ini membentang sepanjang sekitar 4.282 kilometer dengan lebar kurang lebih 616 kilometer, sehingga tidak semua wilayah di bumi memiliki kesempatan untuk menyaksikan fenomena tersebut secara langsung.
Secara geografis, gerhana matahari cincin pada Februari 2026 hanya dapat terlihat penuh dari kawasan terpencil di Antartika. Kondisi ini membuat jumlah pengamat yang bisa menyaksikan “cincin api” secara langsung menjadi sangat terbatas. Meski demikian, peristiwa ini tetap menarik perhatian komunitas astronomi global karena karakteristik lintasan dan sudut pandangnya yang unik.
Sementara itu, beberapa wilayah lain di dunia masih berkesempatan menikmati fase parsial. Sebagian area di Antartika, Afrika bagian selatan, serta kawasan selatan Amerika Selatan diperkirakan dapat melihat gerhana matahari cincin dalam bentuk gerhana sebagian, meskipun tidak menampilkan efek cincin api secara sempurna.
Bagi masyarakat yang berada di luar jalur pengamatan, gerhana matahari cincin tetap bisa disaksikan secara daring. Mengutip laman Space, sejumlah lembaga astronomi dan penyelenggara observasi akan menyediakan siaran langsung resmi. Namun hingga saat ini, detail akses dan jadwal streaming masih menunggu pengumuman lanjutan dari pihak terkait.
Fenomena gerhana matahari cincin terjadi ketika bulan berada tepat di antara matahari dan bumi saat fase bulan baru. Pada posisi ini, bayangan bulan jatuh ke permukaan bumi dan menutupi sebagian besar piringan matahari. Namun karena jarak bulan sedang berada di titik yang lebih jauh dari bumi, ukurannya tampak lebih kecil sehingga tidak mampu menutup matahari secara sempurna.
Inilah yang membedakan gerhana matahari cincin dengan gerhana matahari total. Pada gerhana total, matahari tertutup sepenuhnya oleh bulan. Sementara pada gerhana matahari cincin, masih tersisa lingkaran cahaya terang di tepi matahari yang membentuk efek visual menyerupai cincin menyala.
Para ahli astronomi mengingatkan masyarakat agar tetap menggunakan pelindung mata khusus jika ingin mengamati gerhana matahari cincin, meskipun hanya dalam fase parsial. Paparan cahaya matahari secara langsung tanpa perlindungan berisiko merusak retina dan menyebabkan gangguan penglihatan permanen.