src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> 15 Titik Penerangan Jembatan Mahulu Diperbaiki, 500 Meter Kabel Diganti

15 Titik Penerangan Jembatan Mahulu Diperbaiki, 500 Meter Kabel Diganti

waktu baca 3 menit
Selasa, 29 Sep 2026 11:41 115 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Penerangan di Jembatan Mahakam Ulu (Mahulu) Samarinda yang sebelumnya dikeluhkan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM) Kelurahan Loa Buah dipastikan teratasi. Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim) menindaklanjuti keluhan tersebut melalui pengecekan langsung hingga inventarisasi titik penerangan yang bermasalah.

Keluhan FKPM Loa Buah sebelumnya disampaikan melalui surat terbuka kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud pada Juli 2026. FKPM menyoroti sejumlah persoalan di Jembatan Mahulu, termasuk minimnya penerangan dan belum tersedianya CCTV.

Sehari setelah pemberitaan tersebut, Rudy Mas’ud meninjau langsung kondisi Jembatan Mahulu pada 21 Juli 2026. Dalam kunjungan itu, penerangan menjadi salah satu fasilitas yang diminta untuk segera ditindaklanjuti, termasuk lampu yang padam maupun penerangan di bagian bawah jembatan. Gubernur juga meminta pemasangan CCTV untuk membantu mengawasi fasilitas jembatan.

Tindak lanjut atas arahan tersebut mulai terlihat pada perbaikan sistem penerangan. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, Irhamsyah mengatakan pihaknya telah menginventarisasi titik-titik lampu yang mengalami gangguan dan melakukan perbaikan.

Dari hasil inventarisasi, terdapat sekitar 15 titik yang membutuhkan penanganan. Sebanyak enam titik telah diperbaiki, sementara sejumlah komponen lain juga diganti hingga seluruh lampu yang menjadi sasaran perbaikan kembali berfungsi.

“Mulai hari Minggu kemarin kita coba inventarisir dari 35 titik, ada lebih kurang 15 yang perlu perbaikan. Enam sudah kita baikin. Bahkan dengan hari kemarin sudah nyala semua,” kata Irhamsyah, Senin, 28 September 2026.

Perbaikan tidak hanya menyasar lampu, tetapi juga jaringan dan komponen pendukung penerangan. Irhamsyah menyebut sekitar 500 meter kabel yang hilang telah diganti. Selain itu, komponen Miniature Circuit Breaker (MCB) yang rusak serta lampu tenaga surya atau solar cell juga diperbaiki dan diganti.

“Kabelnya yang hilang sampai 500 meter kita ganti. Kemudian ada MCB-nya yang rusak, yang solar cell lampunya sudah kita ganti. Alhamdulillah sudah menyala semua,” tutur dia.

Meski penerangan yang bermasalah telah kembali berfungsi, pemerintah masih menyiapkan langkah lanjutan untuk mengantisipasi kerusakan maupun kehilangan komponen kembali terjadi. Salah satunya melalui pemasangan CCTV di kawasan Jembatan Mahulu.

Irhamsyah mengatakan rencana tersebut sudah masuk program, tetapi pelaksanaannya masih menyesuaikan kemampuan anggaran. Kamera pengawas dinilai diperlukan untuk membantu memonitor kondisi fasilitas sekaligus mengantisipasi gangguan terhadap lampu, kabel maupun komponen penerangan lainnya.

“CCTV kita programkan karena anggarannya cukup terbatas, tapi kami konsisten berkomitmen bahwa nanti kita akan sampai pasang CCTV untuk memonitor. Takutnya ada gangguan-gangguan lagi,” tambahnya.

Selain mengandalkan pengawasan pemerintah, Irhamsyah berharap masyarakat sekitar ikut menjaga fasilitas yang telah diperbaiki. Sebab, penerangan tersebut berkaitan langsung dengan keamanan pengguna jalan yang melintas di Jembatan Mahulu.

Sementara itu, kebutuhan penerangan di bagian bawah jembatan juga mulai ditindaklanjuti. Irhamsyah mengatakan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) telah menyurati Pemprov Kaltim untuk meminta izin melakukan peninjauan bersama di lapangan.

Surat tersebut telah direspons pemerintah provinsi dan Irhamsyah mengaku siap melakukan pengecekan bersama Pelindo untuk melihat kebutuhan penerangan dan pengamanan di area bawah jembatan.

“Pelindo ada bersurat kepada kita pemerintah untuk bisa izin bersama-sama untuk melakukan tinjauan di lapangan. Sudah kita respons sama-sama. Kita siap,” tegas dia.

Peninjauan bersama tersebut berkaitan dengan kepentingan Pelindo terhadap pengamanan aset dan aktivitas di sekitar jembatan. “Karena mereka punya kepentingan juga untuk pengamanan aset kita ya, jembatan itu,” demikian Irhamsyah. (Retno)

LAINNYA
x