src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Astaga! Balita Tewas Terjatuh dari Lantai 5 Hotel Mesra Samarinda

Astaga! Balita Tewas Terjatuh dari Lantai 5 Hotel Mesra Samarinda

waktu baca 2 menit
Rabu, 14 Okt 2026 12:01 134 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Seorang balita meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai 5 Hotel Mesra di Jalan Pahlawan, Kelurahan Dadi Mulya, Kecamatan Samarinda Ulu, Rabu, 14 Oktober 2026 pagi. Peristiwa tersebut kini diselidiki kepolisian.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda Erry Irawan, mengatakan pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim identifikasi atau Inafis Polresta Samarinda. Sejumlah barang bukti juga telah dibawa petugas untuk kepentingan penyelidikan.

“Benar, bahwa pada hari Rabu tanggal 14 Oktober 2026 telah terjadi kecelakaan yang mana ada anak yang jatuh dari lantai 5 Hotel Mesra. Sementara masih dalam tahap penyelidikan, untuk keterangan selebihnya nanti kami sampaikan,” ujar Erry.

Berdasarkan keterangan awal yang diterima polisi, orang tua korban sedang berada di restoran hotel untuk sarapan ketika kejadian berlangsung. Polisi belum dapat memastikan bagaimana balita tersebut berada di area hingga akhirnya terjatuh.

Erry menyebut keberadaan korban sebelum kejadian masih perlu didalami. Pihaknya juga berencana meminta keterangan lebih lanjut dari orang tua korban setelah kondisi memungkinkan, mengingat mereka masih berada di rumah sakit dan sedang berduka. “Masih kami dalami terkait keberadaan anaknya. Sementara orang tua masih di rumah sakit, kemungkinan nanti habis di rumah sakit baru kami minta keterangan lebih lanjut kepada orang tua,” katanya.

Manajer Hotel Mesra, Saparudin, mengaku belum mengetahui secara terperinci kronologi kejadian maupun penyebab korban terjatuh. Ia mengatakan pihak hotel masih perlu memeriksa informasi terkait keluarga korban dan situasi di lokasi sebelum menentukan langkah evaluasi.

Saparudin bilang dirinya baru mengetahui kejadian tersebut sekitar pukul 09.30 WITA setelah mendengar teriakan dari sekitar hotel. Saat itu, ia belum menerima laporan langsung mengenai insiden tersebut.

Terkait keamanan akses di area hotel, Saparudin menyebut terdapat tulisan peringatan di pagar dan bagian belakang pintu yang mengingatkan agar anak-anak didampingi orang tua. Ia juga menjelaskan pintu akses menuju luar seharusnya berada dalam kondisi terkunci dengan mekanisme pengunci otomatis. “Ada, ada nih. Di pagar-pagar sama di belakang pintu biasa ada tulisan, kalau anak-anak harus didampingi orang tua,” tambahnya.

Pintu tersebut seharusnya tidak dapat dibuka begitu saja dari luar dan hanya bisa dibuka oleh orang dari dalam. Namun, kondisi pintu pada saat kejadian belum dapat dipastikan dari keterangan yang disampaikan.

Pihak hotel, lanjutnya, akan mengevaluasi kondisi di lokasi setelah memperoleh informasi yang lebih jelas mengenai peristiwa tersebut. Evaluasi itu diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat bagian yang perlu diperbaiki, terutama terkait keamanan area dan akses keluar.

“Nanti kita lihat dulu di mana kekurangan dan lainnya. Memang kita belum tahu kejadiannya karena apa, kan belum dapat info,” demikian Saparudin. (Retno)

LAINNYA
x