src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Keseruan Meronce Bag Charm Bareng Mada Mara X Saturday Market

Keseruan Meronce Bag Charm Bareng Mada Mara X Saturday Market

6 minutes reading
Sunday, 20 Apr 2025 21:20 1724 huldi amal

MERONCE bareng menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Perpaduan antara kreativitas dan kebersamaan ini menciptakan kenangan yang tak terlupakan. Belasan perempuan berusia 20-an tahun berkumpul untuk meronce flower (orchid) bag charm di Sebelas Kopi, Jalan Pangeran Diponegoro, Berau pada Sabtu, 19 April 2025.

Mada Mara berkolaborasi dengan Saturday Market berinisiatif membuat kegiatan Girls’ day out: Flower (Orchid) Bag Charm Workshop di salah satu kafe yang estetik di Bumi Batiwakkal, sebutan Kabupaten Berau. Acara yang ditujukan bagi wanita ini sekaligus memperingati Hari Kartini. Peserta workshop terdiri dari 14 perempuan tersebut meluangkan waktunya untuk berkumpul bersama. Mereka juga tampak menawan dengan menggunakan dress code berkain.

Meja dan kursi ditata dengan rapi membentuk persegi panjang. Bahan-bahan seperti bunga, manik-manik, tali dan gunting tersebar di atas meja. Makanan ringan dan minuman yang enak juga tersedia bagi para peserta untuk menemani kegiatan ‘meronce bareng’.

Meronce merupakan kegiatan membuat kerajinan dengan cara menyusun benda atau manik-manik yang dirangkai dengan menggunakan seutas tali atau benang. Kegiatan ini juga perlu memperhatikan komposisi warna, bentuk, jenis serta ukuran beads untuk menghasilkan kerajinan yang indah.

Sekelompok wanita ini begitu antusias mengekspresikan dirinya membuat flower (orchid) bag charm yang sedemikian rupa. Cara membuatnya pun tidak begitu sulit. Setiap orang mulai memilih manik-manik yang cantik dan lucu. Tali satin digunting sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Kemudian, mereka dengan sabar dan telaten memasukkan manik-manik tadi satu persatu. Selanjutnya bagian ujung tali disimpul.

Lakukan hal yang sama dengan mengkreasikan manik-manik tersebut pada tali yang lainnya. Kaitkan bunga anggrek artifisial pada pengait sehingga menjadi gantungan tas yang menarik. Bag charm atau gantungan tas kini digemari oleh perempuan. Selain berfungsi mempercantik tas, bag charm juga memberikan sentuhan personal dan elegan.

Obrolan ringan dan tawa terdengar saat mereka melakukan proses ‘meronce bareng’. Selain menghasilkan kerajinan yang unik dan spesial, kegiatan ini juga dapat mempererat hubungan antar peserta workshop. Keseruan meronce dengan suasana yang hangat pun tercipta. Mada Mara X Saturday Market pun mendapatkan apresiasi dari peserta.

Salah satu peserta workshop bernama Novi mengaku baru pertama kali mengikuti kegiatan ‘meronce bareng’. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan yang digelar selama sehari tersebut dinilai sangat seru dan menarik. Informasi terkait Girls’ day out: Flower (Orchid) Bag Charm Workshop didapatkannya melalui media sosial instagram @themadamara.

Novi menjelaskan sebelum mulai meronce, para peserta dikenalkan alat dan bahan yang digunakan. Kemudian diajarkan cara meronce. Para peserta pun dibebaskan merangkai bag charm sesuai dengan kreativitas masing-masing.

“Saya tertarik dengan kegiatannya. Seru ketemu teman baru juga. Apalagi ini berkaitan dengan Kartini’s Day ada dress code berkain,” tutur Novi.

Di sisi luar kafe juga terlihat bazar yang menjual aksesoris titanium dan manik-manik, seperti gelang, cincin, kalung, anting-anting, strap phone, bag charm, dan sticker dari Mada Mara. Selain itu, juga ada berbagai macam bunga (fresh-dried-artificial flower) dari Saturday Market. Pelanggan Sebelas Kopi pun tertarik melihat bazar tersebut dan membeli produk-produk yang ditampilkan.

Owner Mada Mara, Renata Andini menyampaikan, kegiatan meronce ini sudah menjadi salah satu rutinitas dari Mada Mara. Mada Mara ini bergerak pada bisnis aksesoris manik dan titanium sejak tahun 2021.

“Karena kami ingin membuat suatu kegiatan, jadi kita menginisiasi meronce bareng dan ini sudah berlangsung empat kali,” jelasnya pada Sabtu, 19 April 2025.

Kegiatan meronce pertama digelar tahun 2023 dan peminatnya cukup banyak di Kabupaten Berau. Meronce yang keempat ini berdekatan dengan peringatan Hari Kartini tanggal 21 April. “Kami mengadakan khusus temanya Kartini’s Day dan memang target pasar meronce itu kan perempuan, jadi sangat cocok sekali dengan tema emansipasi wanita,” tuturnya

Perempuan kelahiran 1997 ini mengatakan baru kali dirinya mengadakan kegiatan ‘meronce bareng’ menggunakan dress code berkain. Ada nuansa kain batik, tenun, dan kebaya. Tren fashion yang dikombinasikan antara modern dan tradisional ini sekarang lagi digencarkan.

“Semua peserta yang datang terlihat cantik sekali dengan outfit berkain dalam rangka memperingati Hari Kartini,” bebernya.

Lulusan Sekolah Tinggi Multi Media (STMM) Yogyakarta ini juga menggandeng kawannya bernama Firda dari Saturday Market yang bergerak di bidang florist. Bunga orchid yang digunakan merupakan bunga artifisial yang disediakan langsung oleh Saturday Market. Sementara, Mada Mara menyiapkan manik-manik dan perlengkapan lainnya.

Kegiatan meronce kali ini membuat sebuah bag charm yang dipadukan dengan bunga anggrek artifisial. Menurutnya, bag charm saat ini sedang tren dan banyak peminatnya. “Alhamdulillah setiap Mada Mara membuat kegiatan meronce, peserta itu antusias dan disambut dengan baik,” ucapnya.

Renata mengaku meronce yang keempat ini memang harganya di atas rata-rata jika dibandingkan dengan kegiatan sebelum-sebelumnya. Workshop meronce bag charm ini dipatok dengan harga Rp130.000. Kata dia, karena mempertimbangkan banyak hal seperti menyediakan tempat, makanan, minuman dan perlengkapan untuk meronce.

“Awalnya kita membuka kelas untuk 10 orang, tapi ternyata masih banyak yang minat. Apalagi platform promosinya di dua tempat, yaitu Mada Mara dan Saturday Market jadi antusiasnya lumayan banyak,” ungkapnya.

Akhirnya Renata bersama rekannya ini membuka kelas sampai 14 orang saja. Ia khawatir jika terlalu banyak peserta workshop jadi tidak efisien. Menurutnya, yang lebih banyak menginisiasi workshop ini sebenarnya dari Saturday Market.

Awalnya Saturday Market ingin membuat hair pin atau jepitan rambut. Namun, mereka juga perlu melihat audiens. Akhirnya dari Mada Mara minta membuat bag charm. Mengingat semua perempuan pasti memiliki tas dan suka menggunakan gantungan tas.

“Yang lama itu di konsep dan juga ada salah satu cari bahan dulu. Promosinya itu benar-benar H-5 kita baru upload poster. Dua hari pertama kelasnya sudah penuh. Kita juga ketemu sama pihak kafe itu H-7. Sedangkan untuk perlengkapan lainnya seperti manik-manik kita sudah ada dari lama,” ujarnya.

Jurnalis Berau ini menceritakan bahwa Mada Mara itu ada karena awalnya ia memiliki hobi fotografi. Renata suka memotret beragam aksesoris. Kemudian dirinya pun kepikiran membuat online shop yang menjual aksesoris titanium dan juga merebak ke manik-manik, karena itu sedang tren di Indonesia. Ternyata lumayan banyak yang beli dan menghasilkan cuan.

“Saya punya rekan kerja yang hobi meronce namanya Amnil Izza. Saya ajak kerja sama untuk jadi suplayer di Mada Mara. Akhirnya karena bertemu dengan partner itulah yang melatarbelakangi kegiatan meronce bareng,” ucapnya.

Renata dan rekannya membuat kegiatan meronce bareng supaya Mada Mara makin dikenal banyak orang. Kegiatan seru-seruan yang dapat mengisi waktu luang yang bermanfaat. Apalagi perempuan suka cari kegiatan. Kata dia, produk aksesorisnya pernah dijual ke kecamatan atau kampung terjauh di Berau hingga ke Jakarta.

“Kegiatan seperti ini menurut saya positif dan bisa ditiru oleh anak-anak muda di Berau. Mada Mara juga sering datang ke bazar manik-manik yang lain. Ternyata ada banyak di Berau dan bisa menjadi sumber penghasilan,” demikian Renata. (Riska)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x