src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Setelah Lebih 3 Tahun Pimpin Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin Kini Beralih ke Urusan Sosial

Setelah Lebih 3 Tahun Pimpin Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin Kini Beralih ke Urusan Sosial

waktu baca 3 menit
Senin, 28 Sep 2026 20:15 19 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — dr. Jaya Mualimin resmi meninggalkan jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Timur (Kaltim) setelah lebih dari tiga tahun memimpin organisasi perangkat daerah tersebut. Pada Senin, 28 September 2026, ia dilantik sebagai Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kaltim, bertukar posisi dengan Andi Muhammad Ishak yang sebelumnya memimpin Dinsos.

Jaya tercatat memimpin Dinkes Kaltim setidaknya sejak 2023. Memasuki bidang kerja baru, Jaya mengatakan dirinya siap menjalankan penugasan tersebut. Ia memandang perpindahan dari urusan kesehatan ke sosial sebagai tantangan karena persoalan yang ditangani Dinsos memiliki cakupan luas. “Intinya, jabatan ini amanah. Kami prajurit mau ditempatkan di mana saja, siap untuk menjalankan,” kata Jaya usai dilantik.

Pengalaman selama memimpin Dinkes tetap menjadi bekal untuk menjalankan tugas barunya. Namun, ia menyadari persoalan yang dihadapi Dinsos memiliki karakter berbeda dan bersentuhan dengan kelompok masyarakat yang lebih beragam. “Apalagi Dinas Sosial ini lebih luas. Jadi masalahnya lebih kompleks, maka ini menjadi tantangan buat saya,” imbuh dia.

Di balik perpindahan tersebut, Jaya mengungkap, rotasi jabatan sebenarnya telah diwacanakan sejak beberapa bulan sebelumnya. Dikatakannya, proses itu berkaitan dengan agenda penyegaran sekaligus penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemprov Kaltim.

Meski kabar mengenai penyegaran jabatan telah terdengar sejak lama, Jaya mengatakan dirinya baru menerima pemberitahuan resmi mengenai penugasan baru sehari sebelum pelantikan. “Kalau undangan baru kemarin. Sementara isu akan ada penyegaran sudah lama. Jadi kita siap-siap juga dalam melaksanakan amanah yang baru ini,” ungkap Jaya.

Setelah bergeser ke Dinsos, Jaya menyebut tidak akan langsung mengubah seluruh program yang telah berjalan. Ia ingin meneruskan pekerjaan yang sebelumnya ditangani Andi Muhammad Ishak, sembari melihat persoalan sosial yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Salah satu persoalan yang disebutnya akan menjadi perhatian adalah penyandang disabilitas. Jaya menilai kelompok tersebut termasuk masyarakat rentan, termasuk mereka yang masih menghadapi persoalan pemasungan serta anak-anak dengan kebutuhan khusus.

“Yang paling rentan itu, kan komunitas disabilitas. Ada lima disabilitas. Salah satunya mungkin juga ada yang dipasung, kemudian anak-anak yang mempunyai handicap, terkait dengan disabilitas kita akan buat sedemikian rupa,” tuturnya.

Selain itu, Jaya melihat pengalaman di sektor kesehatan masih memiliki kaitan dengan sejumlah pekerjaan di Dinsos, terutama dalam pengelolaan kepesertaan BPJS Kesehatan untuk masyarakat penerima bantuan iuran (PBI).

Sementara itu, terkait pergantian dirinya dengan Andi Muhammad Ishak, Jaya menilai pejabat yang kini memimpin Dinkes Kaltim tersebut sudah memiliki pengalaman di lingkungan Dinsos. Ia berharap Andi dapat melanjutkan arah kebijakan yang telah berjalan di sektor kesehatan.

“Pak pengganti saya, Pak Andi Muhammad Ishak, juga dulu orang lama di sana. Mudah-mudahan bisa melanjutkan visi, misi Bapak Gubernur, Gratispol bidang kesehatan,” harap dia.

Dengan penugasan baru ini, Jaya membawa pengalaman lebih dari tiga tahun mengelola urusan kesehatan ke Dinsos Kaltim. Ia melihat hubungan antara persoalan sosial dan kesehatan masih cukup erat, terutama ketika menyangkut masyarakat yang membutuhkan bantuan dan akses layanan kesehatan. (Retno)

LAINNYA
x