src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Rakor virtual Kemenkes RI soal cakupan vaksinasi COVID-19 yang diikuti Pemprov Kaltim. (foto: istimewa) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Provinsi Kaltim menempati rangking pertama nasional dalam cakupan program vaksinasi COVID-19 di luar Pulau Jawa dan Bali.
Data tersebut dipaparkan oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi saat memimpin rapat koordinasi (Rakor) yang diikuti oleh seluruh kepala daerah dan Dinas Kesehatan serta unsur terkait soal monitoring pelaksanaan vaksinasi COVID-19, pada pembahasan capaian akselerasi vaksin COVID-19 di Indonesia yang dilakukan secara virtual, Senin 15 Februari 2021.
Dari pemaparan tersebut, Provinsi Bali menduduki rangking pertama nasional, disusul oleh Jawa Timur, Jawa Tengah, DIY dan DKI. Sedangkan untuk cakupan yang memasukkan Pulau Jawa dan Bali, cakupan vaksinasi COVID-19 di Kaltim hingga tanggal 14 Februari 2021 kemarin berada di urutan ke-6 nasional.
Untuk cakupan vaksinasi per dosis per provinsi berdasarkan Dashboard Sistem Informasi, Provinsi Bali mencapai 91 persen, selisih tipis dengan provinsi Kaltim yang cakupannya sebesar 82,14 persen.
Dari data yang disampaikan Kemenkes tersebut, khusus untuk Kaltim, cakupan vaksinasi sudah tinggi. Rinciannya, Kabupaten Kukar adalah wilayah yang paling tinggi yakni mencapai 67,73 persen. Sedangkan yang terendah adalah PPU, yang baru menyampaikan angka 14,11 persen, padahal PPU sendiri hanya memiliki 4 kecamatan.
Kepada masing-masing Pemerintah Daerah, Menkes Budi Gunadi mengingatkan, untuk melaksanakan 4 langkah vaksinasi. Yaitu :
1. Periode vaksinasi tahap kedua akan segera dimulai, karena itu Pemerintah Daerah diminta untuk secepatnya menyelesaikan vaksinasi pada Sumber Daya Manusia Kesehatan
2. Ditargetkan 1,46 juta Sumber Daya Kesehatan sudah menerima dosis kedua vaksinasi sebelum tanggal 21 Februari 2021.
3. Berdasarkan ketersediaan vaksinasi, akan dilakukan prioritas pendistribusian vaksin dengan mempertimbangkan jumlah kasus, tingkat penularan dan kapasitas penyimpanan vaksin
4. Pemerintah Daerah agar dapat melakukan pelayanan vaksinasi dengan berbagai metode yang dapat disesuaikan dengan tetap menjaga aspek keamanan medis, guna mempercepat pelayanan vaksinasi.
“Kalau berdasarkan cakupan riil, ini sudah mencapai angka 92,01 persen. Hanya saja untuk cakupan vaksinasi tahap ke-2, per kabupaten/kota masih rendah,” ucap Asisten I Pemprov Kaltim HM Jauhar Effendi mengikuti penjelasan dari Kemenkes, pada headlinekaltim.co.
Terkait dengan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 tahap kedua di Kaltim, Jauhar Effendi menyebutkan akan segera dilaksanakan. Hal tersebut berdasarkan instruksi dari Menteri Kesehatan.
“Berdasarkan pemaparan tadi pula disebutkan, Indonesia segera memasuki vaksinasi tahap ke-2 yang diperuntukkan oleh petugas publik dan lansia, ini yang menjadi prioritas. Tahap pertama itu periode vaksinasi mulai Januari hingga April 2021. Di awal diberikan kepada 1,46 juta Nakes, kedua diberikan kepada petugas publik sebanyak 16,9 juta dan lansia sebanyak 21,5 juta,” beber dia.
Adapun tahap kedua, periode vaksinasi mulai April 2021 hingga Maret 2022. Ini diperuntukkan pada masyarakat rentan sebanyak 63,9 juta dan periode kedua diberikan kepada masyarakat lainnya sebanyak 77,7 juta.
Penulis : Ningsih
Editor: MH Amal