src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Samarinda Tembus 130 Kasus Baru COVID-19 Dalam Sehari

Samarinda Tembus 130 Kasus Baru COVID-19 Dalam Sehari

2 minutes reading
Saturday, 30 Jan 2021 23:03 162 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kasus terkonfirmasi positif COVID-19 “meledak” di Samarinda, tercatat sebanyak 130 kasus positif COVID-19 baru terjadi dalam satu hari, Sabtu 30 Januari 2021. Berdasarkan data terbaru harian perkembangan COVID-19 yang dirilis oleh Dinas Kesehatan Kota Samarinda hari ini, total kasus positif COVID-19 menjadi 8.564 kasus. Ada tambahan kasus positif COVID-19 baru hari ini 130 kasus. Sebaliknya, total kesembuhan 7.478 kasus atau hanya bertambah 31 kasus sembuh baru. Artinya kasus positif COVID-19 baru meningkat 4 kali lipat lebih dari kasus sembuh.

Untuk total kasus kematian berjumlah 245 kasus. Dan berita baiknya, hari ini tidak ada kasus kematian karena COVID-19 di Samarinda. Sedangkan total pasien COVID-19 yang dirawat 841 kasus atau bertambah 31 kasus hari ini.

Dari 10 Kecamatan yang ada di Samarinda, 5 Kecamatan masuk zona merah, yaitu Samarinda Kota, Samarinda Utara, Sungai Kunjang, Sungai Pinang, Samarinda Ulu. Dan 5 Kecamatan lain masuk zona orange, Samarinda Seberang, Loa Janan Ilir, Palaran, Sambutan, Samarinda Ilir.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda dr Ismed Kusasih mengatakan, di kota Samarinda meskipun terjadi kenaikan kasus terkonfirmasi positif COVID-19, tetapi itu adalah kasus positif yang ringan sehingga masih bisa isolasi mandiri atau di rawat di Bapelkes.

“Sebagian besar memang penderita kita kebanyakan positif COVID-19 ringan dan sedang. Kalau kota lain, dimana terjadi peningkatan yang luar biasa itu positifnya yang terkonfirmasi rata-rata yang masuk rumah sakit,” ucapnya.

Ia mengakui, angka kasus kematian akibat COVID-19 di Samarinda masih terjadi. Namun, kata Ismed Kusasih, peningkatan yang luar biasa terjadi di bulan September hingga Oktober 2020. “Kalau Desember itu kan banyak kegiatan, ada Pilkada, ada libur Natal tahun baru. Tapi yang tinggi terjadi di September-Oktober,” pungkasnya.

Penulis : Ningsih

Editor: Amin

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x