src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Nasib Taman Replika, Jadi Area Nongkrong Pelajar Membolos

Nasib Taman Replika, Jadi Area Nongkrong Pelajar Membolos

waktu baca 2 menit
Selasa, 25 Feb 2025 14:07 313 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Digagas untuk menjadi salah satu ikon unik Kota Raja, nasib Taman Replika Kerajaan Nusantara dan Monumen Dunia Tenggarong kini makin memprihatinkan. Sekian lama telantar, lokasi jadi favorit buat pelajar yang membolos.

“Iya, memang tempat tersebut sering dijadikan kumpulan pelajar yang bolos sekolah,” kata Lurah Panji, Isnaniah, baru-baru ini.

Dia mengaku sering mendapatkan pelajar yang nongkrong di taman tersebut saat jam pelajaran sekolah. Tim kelurahan bersama Linmas kerap melakukan sidak. “Kami patroli lapangan bersama Linmas, sudah beberapa kali kami bubarkan pelajar yang bolos tersebut,” tegasnya.

Dirinya berharap aset yang tidak berfungsi itu diperjelas statusnya. Apakah masih milik Dinas Pekerjaan Umum (DPU) atau sudah diserahkan ke Dinas Pariwisata? Jadi, bisa dikoordinasikan soal pengelolaannya. “Kami sangat sayangkan jika tidak berfungsi dalam waktu yang lama,” ucapnya.

Plt. Kadis Pariwisata Kukar Arianto mengatakan taman tersebut masih berstatus milik Dinas Pekerjaan Umum(DPU). Jadi, pihaknya belum bisa mengelola. “Secepatnya, akan kita koordinasikan lagi ke PU untuk tindak lanjut pengelolaan,” singkatnya.

Untuk menuju ke replika kesultanan yang terletak di Jalan Anggana di wilayah RT 15 Kelurahan Panji, harus melewati dua objek wisata lain yakni waduk Panji dan Museum Kayu. Jalan menuju ke replika masih sepi. Di gerbang replika, ada fasilitas pos penjagaan yang juga kosong.

Gapura taman replika juga terlihat megah. Tersedia pos petugas karcis. Saat media ini menengok ke lokasi ini, pintu pos dalam keadaan terbuka. Pos jadi tempat penyimpanan barang. Melewati gapura, ada empat gazebo untuk duduk bersantai. Namun, kini nyaris tertutup dengan rumput ilalang yang meninggi. Tak heran, nyamuk mengganas begitu mencium darah manusia yang tiba-tiba berkunjung.

Di dalam Taman ada replika kerajaan, di antaranya Kedaton kesultanan Kutai, candi Mahligai kerajaan Sriwijaya, menara Eiffel dan Pisa. Pembangunan taman replika Nusantara berlangsung sejak tahun 2015 dengan anggaran sebesar Rp 20 miliar. Lahannya seluas tujuh hektare. Taman dibuat sebagai bagian pengembangan kawasan wisata Waduk Panji di era pemerintahan Bupati Rita Widyasari. Disiapkan sebagai pusat rekreasi sekaligus edukasi. (Andri)

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim

LAINNYA
x