src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Memudahkan Penerima, Bantuan Sosial Non Tunai akan Uji Coba Sistem Digital

Memudahkan Penerima, Bantuan Sosial Non Tunai akan Uji Coba Sistem Digital

2 minutes reading
Saturday, 6 Nov 2021 21:20 431 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Dinas Sosial (Dinsos) Kukar, bekerja sama dengan Kementerian Sosial (Kemensos) RI menggelar sosialisasi uji coba Transformasi Digital untuk penyaluran Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) yang menyasar keluarga pra sejahtera.

Kepala Dinas Sosial Kutai Kartanegara Hamly menjelaskan program-program Nasional sudah cukup lama berlangsung di Kukar. Seperti Program Keluarga Harapan (PKH) sejak tahun 2013, pembayarannya melalui Kantor Pos, kemudian beralih melalui Himpunan Bank Negara (Himbara) pada tahun 2017.

Adapun, untuk Program Bantuan Pangan Non Tunai(BPNT) dimulai pada 2018, yang merupakan penganti program Beras Sejahtera (Rastra).

“Pergantian penyaluran bantuan, menjadi bantuan sosial non-tunai, untuk membangun metode penyaluran bantuan yang memudahkan si penerima mamfaat, yang ada di Kukar,” jelasnya.

Realisasi penyaluran alokasi bantuan PKH tahun 2021 dipilih dua kecamatan di Kukar, yakni Kecamatan Loa Janan dan Kecamatan Loa Kulu.

Untuk Loa Janan mendapatkan PKH yakni Desa Loa Duri Ilir sebesar Rp 218,7 juta dengan realisasi penyaluran 99,1 persen atau Rp 216,775 juta. Sedangkan untuk Kecamatan Loa Kulu yakni ada di Desa Margahayu dengan alokasi PKH sebesar Rp 135,675 juta, dengan realisasi penyaluran 99,7 persen atau Rp 135,3 juta.

Perwakilan Kemensos RI, Ety Humaini menjelaskan, tujuan uji coba transformasi digital ini, adalah menguji rancangan dan mekanisme transaksi dalam penyaluran bantuan sosial non-tunai, serta memastikan kesiapan dan keterlibatan semua pihak yang terkait termasuk pemangku kepentingan.

“Kita ingin mengetahui daya dukung Pemkab Kukar, untuk transformasi digital dalam penyaluran bantuan untuk rakyat, ” sebut Ety.

Ety merinci, bantuan uji coba ini untuk PKH diberikan sesuai besaran per penyaluran. Untuk program sembako sebesar Rp 200 ribu per penyaluran, kemudian bantuan subsidi elpiji sebesar Rp 60 ribu, dan bantuan subsidi listrik sebesar Rp 50 ribu per penyaluran.(ADV)

LAINNYA
x