src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Proyek SUTT 150 kV Talisayan–Maloy Capai 90 Persen, PLN Targetkan Rampung Akhir 2025

Proyek SUTT 150 kV Talisayan–Maloy Capai 90 Persen, PLN Targetkan Rampung Akhir 2025

3 minutes reading
Friday, 13 Jun 2025 13:08 377 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Proyek strategis nasional Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilovolt (kV) yang membentang dari Talisayan hingga Maloy kini telah mencapai 90 persen progres fisik. Dikerjakan oleh PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (UIP KLT), proyek sepanjang 187 kilometer ini menjadi tumpuan dalam memperkuat sistem kelistrikan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di pesisir timur Kalimantan.

“Meski ada libur Iduladha 1446 Hijriyah, kami berhasil menjaga konsistensi kemajuan pekerjaan,” ujar Ridho Muntaha, Manajer PLN UPP KLT 3, Kamis (12/6/2025). Ia menambahkan, semangat pengorbanan Iduladha menjadi inspirasi tersendiri bagi tim untuk terus mempercepat pengerjaan proyek yang melintasi wilayah Kabupaten Berau hingga Kutai Timur.

Proyek ini mencakup pembangunan fondasi menara, pemasangan struktur, serta penarikan kabel listrik antarmenara. Menurut Ridho, meski medan geografis yang dilalui cukup menantang, pihaknya tetap berupaya menuntaskan seluruh tahapan pembangunan tepat waktu.

“Nilai pengorbanan dan pengabdian kami terjemahkan ke dalam semangat kerja untuk menyelesaikan proyek ini sebaik mungkin,” tambahnya.

Dengan total panjang jaringan mencapai hampir dua ratus kilometer, jalur transmisi ini akan menjadi tulang punggung sistem kelistrikan yang menghubungkan kawasan pesisir Kalimantan Timur.

General Manager PLN UIP KLT Raja Muda Siregar menegaskan bahwa SUTT 150 kV Talisayan–Maloy merupakan bagian dari penguatan sistem kelistrikan interkoneksi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara).

“Pasca Iduladha, kami kembali bekerja dengan semangat baru. Proyek ini ditargetkan rampung akhir 2025 untuk mendukung keandalan listrik dan percepatan pertumbuhan ekonomi wilayah,” ungkap Raja.

Selain memperkuat jaringan rumah tangga, proyek ini diharapkan dapat mendukung operasional kawasan industri pesisir dan membuka peluang investasi baru. Kawasan Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK) sebagai pusat ekonomi baru di Kalimantan turut menjadi fokus penyediaan energi andal melalui proyek ini.

Salah satu tantangan non-teknis yang tengah dikebut adalah penyelesaian Right of Way (ROW) atau jalur khusus untuk kabel dan akses menara. Proses ini dilakukan secara aktif dan persuasif, bekerja sama dengan warga dan pemerintah desa setempat untuk memastikan pembangunan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

ROW ini mencakup pengamanan area di bawah bentangan kabel serta jalur masuk menuju setiap titik menara. Dengan pendekatan persuasif, PLN memastikan tidak hanya aspek teknis yang ditangani, tetapi juga aspek sosial dan legal.

Masyarakat di sekitar jalur transmisi menyambut positif kehadiran proyek ini. Selain membawa harapan baru untuk pasokan listrik yang stabil, warga juga berharap adanya pemerataan pembangunan infrastruktur dan masuknya pelaku usaha baru di wilayah mereka.

“Dengan listrik yang lebih andal, usaha kecil kami bisa jalan terus tanpa takut pemadaman,” ungkap seorang warga Desa Talisayan

Artikel Asli baca di antaranews.com

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x