src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Personel Satlantas Polresta Samarinda saat melakukan pengaturan lalu lintas di kawasan pengerjaan sodetan Jalan RE Martadinata atau simpang Jalan Gunung Cermai. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Pengerjaan sodetan di Jalan RE Martadinata atau simpang Jalan Gunung Cermai mulai berdampak pada arus lalu lintas. Satlantas Polresta Samarinda melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan roda enam ke atas ke jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan selama pekerjaan berlangsung.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Samarinda, Iptu Ismail Marzuki mengatakan, rekayasa lalu lintas telah disiapkan melalui rapat teknis bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda. Rekayasa diterapkan menyusul dimulainya pekerjaan drainase di sisi kanan Jalan Gajah Mada menuju Jalan RE Martadinata, tepatnya di depan seberang Bank BTN.
“Untuk pengelolaan kendaraan, kami masih cek untuk jalur hari ini. Kendaraan yang padat itu di waktu pagi dan sore hari, mungkin pengendara dapat antisipasi kendaraan melintasi jalur RE Martadinata, tepatnya di traffic Jalan Gunung Cermai,” ujar Ismail, saat diwawancarai, Rabu, 26 Agustus 2026.
Dalam rekayasa tersebut, kendaraan roda enam ke atas dan kendaraan sejenis diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Jalan Juanda. Sementara kendaraan roda empat dan roda dua masih diperbolehkan melintas di depan kawasan simpang Gunung Cermai.
Namun, pengguna kendaraan roda empat dan roda dua tetap diminta mengantisipasi perlambatan. Sebab, ruas jalan yang terdampak pekerjaan akan dibagi menjadi dua sisi untuk mengakomodasi arus kendaraan.
“Kalau roda enam bisa lewat Juanda. Kalau untuk roda empat dan roda dua tetap bisa melintasi depan traffic Cermai, cuma terjadi perlambatan karena dimensinya, satu jalur dibagi dua sisi kendaraan,” jelas Ismail.
Pengerjaan yang semula dijadwalkan dimulai pada Senin 24 Agustus 2026 mengalami sedikit keterlambatan dan baru berjalan pada Rabu hari ini. Untuk tahap awal, pekerjaan di sisi Jalan Gajah Mada menuju RE Martadinata berlangsung hingga Kamis atau Jumat.
Ismail menyebut pekerjaan dilakukan selama 24 jam. Selama tahap awal tersebut, akses pada bagian ruas yang menjadi titik pengerjaan ditutup total. Namun, satu lajur masih disisakan untuk arus lalu lintas.
“Ditutup total, cuma satu lajur yang bisa masih untuk arus lalu lintasnya. Insya Allah mudah-mudahan satu-dua hari bisa cepat dibuka kembali,” sebutnya.
Setelah tahap pertama selesai, pekerjaan akan dilanjutkan pada sisi sebaliknya, yakni dari Jalan RE Martadinata menuju Jalan Gajah Mada. Pelaksanaannya akan melihat hasil evaluasi pada minggu pertama pengerjaan.
Satlantas Polresta Samarinda mengimbau masyarakat mengantisipasi kepadatan, khususnya pada jam sibuk pagi hingga sore hari. Pengendara yang melintasi Jalan Gajah Mada, RE Martadinata, maupun Gunung Cermai diminta mengatur waktu perjalanan dan mempertimbangkan jalur alternatif.
“Imbauannya kepada pengguna jalan khususnya yang memakai jalan ke Gajah Mada dan sebagainya agar antisipasi jam-jam padat, dari jam pagi antara sekolah sampai sore, dari atas jam tiga sampai jam enam sore,” pungkas Iptu Ismail Marzuki. (Retno)