src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Tiga Bangunan di Jalan Milono Ludes Terbakar

Tiga Bangunan di Jalan Milono Ludes Terbakar

waktu baca 2 menit
Kamis, 6 Agu 2026 14:57 125 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kebakaran kembali terjadi di kawasan padat penduduk di Kecamatan Tanjung Redeb. Tiga bangunan yang terdiri dari rumah tinggal dan ruko di Jalan Milono, Kelurahan Gayam, ludes dilalap api pada Kamis, 6 Agustus 2026 pagi. Peristiwa tersebut terjadi saat aktivitas masyarakat sedang berlangsung. Warga dikejutkan dengan munculnya asap dan kobaran api yang dengan cepat membesar dari salah satu bangunan. Berkat respons cepat petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah kobaran api meluas ke bangunan lain di sekitarnya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan laporan kebakaran diterima sekitar pukul 09.25 WITA. “Sebanyak 10 unit mobil pemadam, termasuk armada dari BPBD Berau, langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujarnya.

Menurutnya, tiga bangunan yang terbakar merupakan rumah sekaligus tempat usaha yang menjual makanan ringan. Pengerahan sekitar 30 personel yang dibantu relawan pemadam kebakaran, PMI, mahasiswa UMB, dan tenaga kesehatan, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 30 menit sebelum dilakukan proses pendinginan.

Berdasarkan keterangan sementara dari saksi yang berada di salah satu toko, api pertama kali terlihat muncul dari lantai dua bangunan. “Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting instalasi listrik, meski penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Rakhmadi menjelaskan, salah satu tantangan utama saat menangani kebakaran di kawasan permukiman adalah akses petugas menuju titik api yang kerap terhambat ketika kobaran sudah membesar. Selain itu, keterbatasan perlengkapan juga menjadi kendala dalam proses pemadaman.

Lurah Gayam, Purwawijoyo, mengungkapkan kejadian tersebut menambah daftar kebakaran yang terjadi di wilayahnya. Selama dirinya menjabat sebagai lurah, insiden serupa telah terjadi sebanyak tujuh kali. Ia menuturkan bahwa pihak kelurahan berulang kali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, baik melalui surat edaran maupun sosialisasi langsung dari rumah ke rumah. “Sebagian besar bangunan yang mengalami kebakaran merupakan bangunan lama sehingga instalasi listrik perlu diperiksa secara berkala untuk mengurangi risiko korsleting,” ucapnya.

Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran tersebut berdampak pada tiga kepala keluarga dengan total delapan jiwa. Dua bangunan yang terbakar merupakan ruko, sedangkan satu bangunan lainnya merupakan rumah tinggal. (Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x