27.8 C
Samarinda
Thursday, June 30, 2022

Polres Berau Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2022

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Polres Berau menggelar apel pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2022 di halaman Mapolres Berau pada Jumat, 22 April 2022.

Kegiatan Apel tersebut dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Berau, Ir. M Gazali. Dihadiri oleh Kapolres Berau, AKPB Anggoro Wicaksono, Kajari Berau Nislianudin, perwakilan Dandim 0902 Berau, Pengadilan Negeri Tanjung Redeb dan instansi terkait.

M Gazali yang membacakan amanat Kapolri menyampaikan, Operasi Ketupat 2022 diselenggarakan serentak di seluruh jajaran Polda selama 12 hari, mulai tanggal 28 April sampai 09 Mei 2022.

Operasi tersebut, melibatkan 144.392 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari atas 87.880 personel Polri, 13.287 personel TNI, serta personel yang berasal dari instansi terkait yakni, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Pramuka, Pemadam kebakaran, Linmas senkom, dan elemen masyarakat lainnya.

Diketahui kekuatan Personel tersebut akan ditempatkan di 1.710 Pos Pengamanan, 734 Pos Pelayanan, dan 258 Pos Terpadu. Operasi tahun ini mengusung tema Wujud Sinergi Polri dengan Instansi Terkait untuk menjamin Masyrakat Aman dan sehat dalam Perayaan idul Fitri 1443 H.

Sekda juga mengatakan, perayaan hari raya idulfitri sudah menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia untuk melaksanakan kegiatan ibadah, berkumpul, dan bersilahturahmi dengan keluarga serta sahabat.

Dirinya mengungkapkan, pemerintah telah menetapkan libur nasional hari raya Idulfitri 1443 H pada tanggal 2 dan 3 Mei 2022. Pemerintah juga menetapkan cuti bersama pada tanggal 29 April dan tanggal 4 sampai 6 mei 2022.

Berbeda dengan Idul Fitri tahun lalu, kata dia, pada tahun 2022 Pemerintah memberikan kelonggrakan kepada masyarakat untuk dapat merayakannya dengan berkumpul bersama keluarga, kegiatan mudik tidak dilarang dan tidak dilakukan penyekatan di jalur-jalur lintasan masyarakat mudik.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga mengemukakan, berdasarkan mapping kerawanan yang telah dilakukan, terdapat beberapa prediksi gangguan yang harus diantisipasi antara lain, ancaman terorisme, premanisme, aksi sweeping oleh ormas, keniakan harga dan kelangkaan bahan pokok, antrean serta kelangkaan.

“Untuk itu, Oprasi Ketupat 2022 ini harus dilaksanakan secara optimal agar berjalan lancar dan aman,” pungkasnya.

Penulis: Riska

Komentar
- Advertisement -

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU