src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> 1.300 Warga Binaan Rutan Samarinda Jalani Cek Kesehatan dan Skrining TB

1.300 Warga Binaan Rutan Samarinda Jalani Cek Kesehatan dan Skrining TB

waktu baca 3 menit
Senin, 3 Agu 2026 16:33 33 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Rutan Kelas I Samarinda terus berupaya memastikan kondisi kesehatan warga binaan. Kali ini, bekerja sama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda,  dilaksanakan layanan cek kesehatan gratis (CKG), skrining tuberkulosis (TB), hingga donor darah yang menyasar ratusan warga binaan dan pegawai rutan, Senin 3 Agustus 2026.

Kegiatan ini berlangsung di tengah kondisi rutan yang telah jauh melampaui kapasitas. Dari daya tampung ideal sekitar 450 orang, jumlah penghuni saat ini mencapai kurang lebih 1.300 warga binaan. Situasi tersebut membuat risiko penyebaran penyakit, terutama TB, menjadi lebih tinggi jika tidak ditangani secara berkala.

Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, yang hadir langsung dalam kegiatan itu menilai pelaksanaan berjalan lancar dengan partisipasi yang cukup tinggi, baik dari pegawai maupun warga binaan. “Alhamdulillah, antusias dari Rutan I Samarinda ini untuk pegawai dan warga binaannya cukup antusias banget untuk mengikuti kegiatan CKG ini. Inilah kebersamaan Pemerintah Kota Samarinda dengan rutan ternyata bisa bersinergi dengan bagus,” tuturnya.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini, terutama untuk penyakit menular. Pemeriksaan yang dilakukan tidak hanya untuk mengetahui kondisi kesehatan secara umum, tetapi juga memastikan penanganan cepat jika ditemukan kasus tertentu. “Jangan sampai warga binaan ada yang sakit, apalagi sampai penyakit yang kronis dan lain sebagainya. Ini dicek kesehatannya, kalau toh itu memang penyakit menular itu dari rutan akan diisolasi untuk disembuhkan dulu,” ujar Saefuddin.

Program ini menjadi bagian dari kegiatan berkelanjutan yang sebelumnya juga telah dilaksanakan di Lapas Kelas II Samarinda. Pemerintah Kota Samarinda merencanakan kegiatan serupa akan dilanjutkan ke Lapas Narkotika Bayur dalam waktu mendatang.
“Kemarin kalau nggak salah sudah dilaksanakan di Lapas Kelas II Samarinda, hari ini di Rutan I dan ke depan direncanakan di Lapas Narkotika. Jadi, ini bertahap terus moga-moga ini berjalan dengan baik,” harap Saefuddin.

Kepala Kantor Wilayah Rutan Kelas I Samarinda, Endang Lintang Hardiman, menyebut antusiasme warga binaan dalam mengikuti pemeriksaan cukup tinggi. “Kita lihat semua bahwa antusias daripada warga binaan kita yang ada di sini mereka ingin semua diperiksa, mereka ingin dikatakan sehat, karena kesehatan itu penting buat mereka semua,” imbuh Lintang.

Dikatakannya, pihak rutan telah menyiapkan ruang isolasi khusus bagi warga binaan yang terdeteksi mengidap penyakit menular, termasuk TB. Penanganan dilakukan secara ketat dengan pengawasan tenaga medis. “Kalau memang ada ditemukan (TB) biasanya kita isolasi dan disembuhkan dulu. Kalau sudah sembuh, baru mereka bergabung lagi dengan teman-teman yang sehat,” katanya.

Menurutnya, sebagian besar kasus TB yang ditemukan berasal dari warga binaan yang baru masuk ke dalam rutan. Karena itu, pemeriksaan rutin menjadi langkah penting untuk mencegah penularan lebih luas di lingkungan hunian. Dengan kondisi overkapasitas yang mencapai hampir tiga kali lipat, kegiatan skrining dan cek kesehatan berkala dinilai menjadi kebutuhan mendesak. Pihak rutan bahkan mengusulkan agar kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin setiap tiga bulan. “Kalau ini rutin tiga bulan sekali dilaksanakan, saya yakin dan percaya bahwa tidak ada lagi yang tertular TB,” demikian Lintang. (Retno)

LAINNYA
x