src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ely Hartati Rasyid. (dok)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sejak 2 hari terakhir Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berada di urutan ke tiga teratas kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru di Kaltim.
Pada Sabtu 10 Juli 2021, data harian perkembangan COVID-19 di Kaltim yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim mencatat, Kabupaten Kutai Kartanegara berada di posisi 3 teratas kasus terkonfirmasi positif COVID-19 baru, yakni sebanyak 180 kasus dan 2 kasus meninggal.
Sedangkan di posisi ke 2 ditempati Bontang, sebanyak 203 kasus dengan 1 kasus meninggal dan Balikpapan menjadi posisi pertama teratas yakni sebanyak 285 kasus dengan 12 kasus meninggal.
Hal ini mengundang perhatian Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Ely Hartati Rasyid, yang merupakan Dapil Kukar.
Walaupun penularan virus COVID-19 kian masif di wilayah pemilihannya, politisi partai PDIP ini meminta masyarakat untuk tidak panik.
Dirinya juga meminta masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan dan menjalankan 5M, mencuci tangan dengan sabun, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas.
“Jangan ada semacam kepanikan. Saya berpikir masyarakat harus tetap rasional. Kita sudah pernah mengalami setahun lebih hampir 2 tahun, kita sudah pengalaman. Tidak perlu panik, yang penting kita tahu untuk memutus mata rantai penularan hanya dengan 5M,” ucapnya saat dihubungi media ini.
Dikatakan Ely Hartati Rasyid, meningkatnya angka kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kukar terjadi setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar bersama gabungan Satgas COVID-19 melakukan operasi pendisiplinan protokol kesehatan di sejumlah tempat umum dan tempat keramaian.
“Saya sudah bicara dengan pak Sekda, itu terjadi karena testing diperbanyak. Pemerintah Kabupaten Kukar jemput bola, mereka mendatangi kafe, kemudian merazia rumah makan, makanya wajar ada kenaikan ketika testing diperbanyak. Tidak masalah, Insyaallah mereka tetap ditangani Pemkab Kukar,” ujarnya.
Dia mengungkapkan, kasus penularan COVID-19 yang terjadi di Kukar juga terjadi karena banyaknya tenaga kerja dari luar daerah yang masuk ke Kukar.
“Karena ada temuan positif baru ini adalah dari tenaga kerja yang dari luar datang. Jadi banyak di perusahaan itu, ada yang sampai 30 orang. Semua rata-rata di lokasi perusahaan. Jadi memang pembawa virus dari luar. Tapi cepat dideteksi. Semoga cepat diatasi. Tapi di Kukar ini saya sudah konfirmasi, tidak ada varian delta,” terangnya.
Sementara untuk mengatasi lonjakan pasien rujukan COVID-19 yang harus mendapat perawatan medis, pihaknya telah berkomunikasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pemerintah provinsi untuk menyiapkan tempat khusus bagi mereka yang terkonfirmasi COVID-19.
“Insyaallah pemerintah akan bergerak cepat menyiapkan tempat. Seperti wisma atlet, segalanya akan dimaksimalkan untuk itu,” pungkasnya. (Advetorial)
Penulis : Ningsih