src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Antrean warga Tenggarong membeli minyak goreng. (Andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Suasana riuh terlihat saat warga berburu minyak goreng murah di salah satu toko di Jalan Kartini, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Jumat 11 Maret 2022.
Warga mayoritas kaum emak-emak tak mau melewatkan momen saat stok minyak goreng murah tersedia. Saat ini, minyak goreng di pasaran terbilang langka dan mahal. “Kami mau minyak goreng,” teriak emak-emak saat mengantre di depan toko.
Wajah kelelahan terpancar dari IRT bernama Santi. Dia mengaku sudah hampir putus asa mencari minyak goreng murah di pasaran. “Saya sudah hampir enam hari ini, cari minyak goreng murah. Yang beredar ada, mahal-mahal, ” keluh Santi.
Memang harga minyak goreng di beberapa toko di Tenggarong ada yang dijual dengan harga Rp 60 ribu per 2 liter. Ada yang menjual Rp 80 ribu.
Toko yang berlokasi di Jl Kartini tersebut mengharuskan masyarakat mengambil kupon terlebih dulu. Setiap pembelian dibatasi satu orang per 2-4 liter saja. Kemasan 2 liter dijual dengan harga Rp 45 ribu.
“Selain dipakai masak, minyak goreng ini buat persediaan bulan puasa nanti. Khawatir, bulan puasa bakal naik lagi harganya, ” ujarnya.
Kelangkaan Migor di Tenggarong juga dikeluhkan pelaku usaha sayur masak atau makanan jadi. Sri mengaku heran kenapa komoditi ini susah dicari di Kalimantan, sedangkan daerah ini penghasil kelapa sawit. “Tidak berdagang susah, cari uang susah, diperparah cari migor susah juga,” cetusnya.
“Oh Indonesia, kenapa kondisi ini terjadi. Tolong pemerintah perhatikan nasib masyarakat kecil,” sebutnya.
Plt Kadisperindag Kukar, Arfan Boma Pratama mengimbau kepada pelaku usaha agar tidak memanfaatkan keadaan di tengah kesulitan masyarakat. Jangan menimbun minyak goreng demi mendapatkan keuntungan besar.
“Masyarakat juga jangan terlalu panik dengan membeli minyak goreng dalam jumlah yang banyak,” ujar mantan Camat Muara Badak tersebut.
Penulis: Andri
Editor: MH Amal