src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi. (sumber: tempo.co) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Prihatin dengan kelangkaan minyak goreng di tengah masyarakat, DPRD Kutai Kartanegara mengajak perusahaan kelapa sawit yang ada di Kukar untuk membantu kebutuhan masyarakat.
“Sudah hampir 3 bulan, persoalan minyak goreng tidak selesai juga. Kasihan masyarakat, apalagi ini mendekati bulan Ramadan, ” ucap Ketua Komisi III DPRD Kukar, Andi Faisal, saat rapat dengar pendapat (RDP) Kamis 17 Maret 2022.
Politisi Golkar tersebut merasa heran. Banyaknya perusahaan kelapa sawit dan CPO, tapi Kukar tidak punya pabrik minyak goreng. Idealnya Kukar miliki pabrik komoditi tersebut.
“Pabrik minyak goreng ada dua di Balikpapan dan satu pabrik lagi di Bontang, padahal kebunnya ada di Kukar. Padahal, Balikpapan dan Bontang tidak punya kebun kelapa sawit,” jelasnya.
Faisal menekankan, jika tidak bisa membantu secara besar-besaran kepada masyarakat, minimal membantu untuk masyarakat yang berada di ring 1 perusahaan.
“Pekan depan, kami akan cek kembali apakah perusahaan sudah realisasikan bantuannya. Ini sudah membuat masyarakat senyum,” tegas Faisal.
DPRD berharap, persoalan minyak goreng ini cepat selesai pasokannya normal. “RDP ini dihadiri perusahaan CPO yang ada di Kukar yang punya akses ke perusahaan pengelolaan migor, ” paparnya.
Kabag Perekonomian Setkab Kukar, Haryo mengatakan, terkait kelangkaan minyak goreng di Kukar, Pemkab sudah rapat dua kali. “Hasilnya, salah satu perusahaan di Muara Badak PT Tri Tunggal Sentra Bhuana menjual 70 ribu liter migor curah dengan harga Rp14.000 per liternya,” ucapnya.
Perwakilan Tri Tunggal Sentra Bhuana, Rio Ananda menyebut distribusi migor sebanyak 70 ribu liter tersebut menyasar empat kecamatan, yaitu Tenggarong, Muara Badak, Samboja dan Anggana. Perusahaan berkomitmen untuk membantu mengurai persoalan kelangkaan Migor di masyarakat.
“Ke depannya akan kami distribusikan lagi di 14 Kecamatan yang belum terjangkau, ” sebutnya.
Penulis: Andri
Editor: MH Amal