src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO – Dalam sejarah Islam, kisah kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada makhluk hidup selalu menjadi teladan yang menyentuh. Salah satu cerita paling terkenal adalah tentang Muezza, kucing kesayangan beliau. Tak sekadar hewan peliharaan, Muezza menjadi simbol kelembutan, cinta, dan nilai kemanusiaan yang diajarkan oleh Rasulullah.
Nama Muezza atau Mu’izza (معزة) berasal dari bahasa Arab yang berarti “yang tersayang” atau “yang paling berharga”. Nama ini mencerminkan posisi istimewa sang kucing di hati Rasulullah SAW. Melansir dari Liputan6.com dan berbagai sumber lainnya, kucing ini dirawat dengan penuh cinta, layaknya anggota keluarga.
Salah satu kisah yang paling populer dan menyentuh hati terjadi ketika Rasulullah SAW hendak mengambil jubahnya. Di atas jubah itu, Muezza tengah terlelap. Alih-alih membangunkannya, Nabi memilih memotong lengan jubah tersebut agar tidur kucingnya tidak terganggu.
“Setelah Nabi kembali dari bepergian, Muezza merunduk sujud di hadapan Rasulullah dan beliau pun selalu mengelus badan kucingnya sebagai bentuk kasih sayang,” tulis Krishandini dkk. dalam Bahan Ajar BIPA Tingkat 6.
Kelembutan hati Rasulullah juga tercermin dalam kebiasaannya membiarkan Muezza duduk di pangkuannya saat menerima tamu. Bahkan, beliau tidak merasa keberatan berwudu menggunakan air bekas minum kucing, karena dalam Islam kucing dianggap sebagai hewan yang suci.
Berikut beberapa fakta menarik tentang Muezza yang makin memperkuat kisah ini sebagai teladan cinta antar makhluk:
Dalam ajaran Islam, memelihara kucing tak sekadar soal hobi. Ini juga bagian dari ibadah. Rasulullah SAW menekankan bahwa menyayangi hewan bisa mendatangkan pahala, bahkan menjadi jalan pengampunan dosa. Sebaliknya, memperlakukan hewan dengan buruk dapat membawa celaka.
Sebuah hadits sahih yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari menceritakan tentang seorang wanita yang masuk neraka karena menelantarkan kucingnya hingga mati kelaparan. Pesan moral ini sangat kuat: kasih sayang bukan hanya untuk sesama manusia, tetapi untuk seluruh makhluk hidup.
Memelihara kucing memiliki manfaat spiritual dan psikologis. Ia mengajarkan empati, tanggung jawab, dan bahkan menjadi bentuk sedekah. Dalam banyak kisah, orang yang merawat binatang dengan baik akan mendapatkan rahmat dan pengampunan dari Allah SWT.
Sumber:
Artikel Asli baca di liputan6.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya