Beranda BUMI ETAM Kebakaran Dekat GOR Segiri, 15 Rumah di Dua RT Ini Ludes

Kebakaran Dekat GOR Segiri, 15 Rumah di Dua RT Ini Ludes

Kebakaran Dekat GOR Segiri, 15 Rumah di Dua RT Ini Ludes - headlinekaltim.co
Korban kebakaran berusaha menyelamatkan harta. bendanya. (foto: ningsih/headlinekaltim.co)

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sedikitnya 15 rumah yang rata-rata terbuat dari kayu ludes dilahap si jago merah di RT 18 dan RT 19 Jalan Stadion Barat, tepatnya di sebelah GOR Segiri, markas klub sepak bola berjuluk Pesut Etam, pada Rabu, 5 Agustus 2020, malam.

Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab dan kerugian yang ditimbulkan dalam musibah tersebut.

Saksi bernama Bahren (47) salah seorang warga yang tinggal di RT 18  mengatakan, api mulai menyala sekitar 20.00 WITA.  Api diduga berasal dari rumah warga yang berada di bagian sebelah barat Stadion GOR Segiri.

Advertisement

“Aku baru keluar rumah, terus istri telpon katanya rumah terbakar. Aku langsung pulang, angkat barang-barang,” katanya pada wartawan.

Kepala Sub Bagian Humas Damkar Kota Samarinda, Eri Suendra,  membenarkan muasal kebakaran tersebut dari salah satu rumah warga. Menurutnya, laporan warga diterima sekitar pukul 20.20 WITA. “Laporan kami terima melalui HT,” katanya.

Dikatakan Eri, informasi pertama diterima dari saksi yang menyebutkan asal api terlihat di rumah salah satu warga yang ditinggalkan. Rumah tersebut dalam keadaan kosong karena pemilik rumah sedang berjualan di pasar malam.

Saksi juga mengaku mendengar suara ledakan yang kemungkinan berasal dari tabung gas. “Kebakaran terjadi di  RT 18 dan RT 19. Informasi dari saksi, api berasal dari rumah warga yang saat itu kosong karena penghuni sedang jualan di pasar malam. Saat kejadian terdengar 2 sampai 3 kali suara ledakan, kemungkinan dari tabung gas,” tuturnya.

Baca Juga  Banggar Minta TAPD Beberkan Prioritas Belanja pada PPAS Perubahan 2020

Estimasi sementara jumlah rumah yang terbakar sebanyak 15 unit. Mayoritas rumah berbahan kayu. Dari pantauan headlinekaltim.co di lokasi kejadian, peristiwa kebakaran tersebut juga menjadi tontonan ratusan masyarakat. Belasan mobil unit pemadam kebakaran dibantu relawan hilir mudik masuk ke lokasi kebakaran.

Namun, banyaknya jumlah warga yang memadati lokasi dekat kebakaran menyebabkan upaya pemadaman berjalan lambat.”Banyak masyarakat yang menonton sehingga menyulitkan kami untuk cepat sampai di tempat kejadian. Ditambah banyaknya motor yang parkir membuat akses jalan sempit, sehingga menghambat mobil kami keluar masuk,” kata Iwan, salah seorang petugas pemadam.

Penulis: Ningsih

Komentar
Advertisement