src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Plt. Kadisdukcapil Kukar, Muhammad Iryanto. (Sumber: Andri/Headlinekaltim)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Modus penipuan sangat beragam di masyarakat, termasuk yang mengklaim mengurus Administrasi Kependudukan (Adminduk) dengan tujuan mengambil keuntungan. Plt. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kukar, Muhammad Iryanto, meminta masyarakat Kukar untuk berhati-hati jika menemukan modus tersebut.
“Kami imbau masyarakat untuk berhati-hati karena ada saja upaya penipuan. Imbauan ini sebagai pengingat bagi masyarakat agar tidak menjadi korban,” ujar Iryanto, Sabtu, 15 Agustus 2026.
Iryanto mencontohkan salah satu kasus yang sempat viral yaitu modus penipuan dengan mengatasnamakan petugas Kemendagri. Pelaku mendatangi masyarakat untuk verifikasi KTP dengan dalih sensus, berpakaian rapi, dan membawa dokumen yang seolah-olah resmi dari Kemendagri. Kelompok tersebut beralasan hendak melakukan pendataan kependudukan, lalu meminta data pribadi warga.”Data pribadi juga tidak boleh diberikan secara sembarangan,” ucapnya.
Selama memimpin Disdukcapil, Iryanto menerapkan program jemput bola, seperti perekaman dan layanan adminduk lainnya. Karena itu, Disdukcapil selalu mengirimkan surat pemberitahuan kepada camat dan kepala desa bahwa akan ada layanan di wilayah mereka. “Camat, lurah, dan kades tahu bahwa kami akan ada kegiatan di tempat mereka,” ungkapnya.
Jika harus mendatangi warga dari rumah ke rumah, petugas yang bertugas akan membawa surat tugas dari Kepala Dinas. Masyarakat pun dapat langsung menanyakan hal tersebut ke kecamatan atau desa untuk memastikan bahwa petugas tersebut resmi bertugas dari rumah ke rumah.
“Jika ada yang mengaku sebagai petugas Kemendagri, hal itu juga harus sepengetahuan saya. Jika Disdukcapil tidak mengetahuinya, dapat dipastikan itu modus penipuan,” jelasnya.
Untuk memudahkan masyarakat dalam mengurus adminduk, Disdukcapil juga memiliki penghubung dari pemerintahan desa atau petugas resmi sehingga masyarakat lebih mudah dalam pengurusannya. “Jadi, tidak ada lagi alasan untuk tidak mengurus adminduk karena sekarang prosesnya lebih mudah dan dipermudah,” tutupnya.
Seorang warga Tenggarong, Mahda, berterima kasih atas imbauan dari Disdukcapil agar masyarakat berhati-hati. Sebab, bisa saja ada oknum yang datang dengan mengatasnamakan pengurusan adminduk, padahal itu merupakan modus penipuan. “Semoga masyarakat Kukar tidak ada yang menjadi korban modus penipuan adminduk,” harapnya. (Andri)