Beranda Kuliner Pandemi Covid-19, Omzet Nasi Goreng 74 Melejit

Pandemi Covid-19, Omzet Nasi Goreng 74 Melejit

umkm samarinda Pandemi Covid-19, Omzet Nasi Goreng 74 Melejit
Resto Nasi Goreng 74 terus berkreasi dengan menu dan memanfaatkan penjualan secara online.
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), termasuk sektor kuliner, paling banyak terdampak pandemi Covid-19. Banyak di antaranya yang “tumbang”.

Namun, ada juga yang tetap mampu bertahan dengan menyesuaikan strategi penjualan seperti memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.

Resto Nasi Goreng 74 ini contohnya. Di masa pandemi Covid-19, justru penjualan melejit. Omzet bersih mencapai Rp 3 jutaan per hari. Resto yang berada di jalan Kedondong No 20 Vorvo, Samarinda ini selalu ramai menerima orderan dari pelanggan secara daring.

Advertisement

“Awal pandemi Covid-19 tepatnya bulan Maret lalu, omzet kami sempat anjlok, sehari hanya dapat Rp400 ribu. Bahkan, cabang resto yang kami miliki di food court salah satu mal di Samarinda terpaksa kami tutup,” kata Aliyono, owner Nasi Goreng 74 saat ditemui di restonya.

Namun, dia mengaku tak patah arang dan terus memutar otak. Melihat situasi pembatasan sosial selama pandemi, pria ini memakai strategi baru yaitu menggencarkan promosi dan penjualan via internet.

“Berjualan online ternyata lebih direspon konsumen. Bahkan omzet yang kami dapat jauh lebih banyak, sekarang omzet sehari bisa mencapai Rp3 jutaan lebih,” katanya.

Nasi Goreng 74 sendiri berdiri sejak tahun 2016 silam. Walaupun namanya Nasi Goreng 74, ternyata menu yang ditawarkan beragam dengan harga bervariasi.

“Brand saja Nasi Goreng 74, tapi kami menyediakan banyak menu, mulai dari menu nasi, mie, minuman dan snack. Kami juga banyak menu yang menjadi menu favorit selain nasi goreng, yaitu mie goreng, mie ayam, ayam lada hitam, daging lada hitam, aneka bakso. Menu terbaru kami, kwetiau yang sedang gencar kami promosikan. Harga pun sangat terjangkau dengan porsi jumbo,” lanjut bapak dari dua anak ini.

Dikatakan Aliyono, ia membidik pangsa pasar kalangan menengah ke bawah dan keluarga. Selain itu, untuk menarik banyak konsumen, ia sering kali memberikan promo diskon di beberapa menu yang ditawarkan.

kreativitas dan inovasi

Yah, kuncinya adalah kreativitas dan inovasi. Promosi lewat diskon, aktif meng-update menu-menu terbaru, hingga mengunggahnya di media sosial, Nasi Goreng 74 merasakan bagaimana dampak positif teknologi internet yang menghubungkan semua orang.

Tak hanya sampai di situ. Kini, UMKM binaan BI ini juga mulai mempersiapkan ekspansi usaha dengan membuka cabang di luar kota Samarinda.

“Melihat banyaknya konsumen kami yang datang dari luar kota bahkan sampai menjadi pelanggan tetap, kami semangat untuk membuka cabang di luar Samarinda. Tapi sementara waktu belum buka dulu, sambil menunggu situasi berubah lebih baik,” harapnya.

Penulis : Ningsih

Komentar