Beranda BERITA Mencuri Sarang Walet di Hari Ultahnya, Pemuda Ini ‘Dihadiahi’ Penjara

Mencuri Sarang Walet di Hari Ultahnya, Pemuda Ini ‘Dihadiahi’ Penjara

sarang burung walet melak kubar
Pelaku pencurian sarang burung walet di Kampung Empakuq, Kecamatan Melak, diamankan Polisi dan warga pada Selasa, 5 Mei 2020. SONNY LEE HUTAGALUNG/KABARKUBAR.COM
Advertisement

Headlinekaltim.co, Melak – Nasib buruk diterima YT, pemuda pengangguran yang tampilannya seperti anak punk. Selasa, 5 Mei 2020, ia dipergoki sedang memanen sarang burung walet yang bukan miliknya. Alhasil, tepat di hari ulang tahunnya ke 25 itu, dia mendapat ‘hadiah’ dari Polisi. Merayakan ultah di ruang tahanan Markas Komando Kepolisian Resor Kutai Barat.

“Tersangka kami amankan dari dalam gedung burung walet. Setelah sebelumnya ada warga yang menghubungi Polisi,” beber Kepala Polres Kubar, AKBP Roy Putra Satria, melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kubar, Iptu Iswanto pada Rabu, 6 Mei 2020.

Dijelaskan Iptu Iswanto, tindak pidana pencurian itu terjadi sekira jam 2 siang di wilayah Kampung Empakuq, Kecamatan Melak. Saat itu pemilik gedung burung walet, Martinus Herman Kenton, dihubungi Robet, yang ditugaskan menjaga bangunan itu.

Advertisement

“Pak, ini ada orang di dalam. Kayaknya ini pencuri, karena saya tidak ada kasih orang masuk. Mungkin ini juga yang kemarin curi sarang walet kita. Cepat lapor Polisi,” ujarnya menirukan laporan Robet kepada Martinus Kenton.

Turun ke tempat kejadian perkara, Polisi menangkap YT yang bersembunyi di dalam gedung walet. Tersangka rambutnya diwarnai pirang itu diamankan bersama 48 keping sarang walet warna putih di dalam kantong plastik merah. “Pelaku mengaku memanjat dan masuk melalui pintu angin di bagian atap,” papar Iptu Iswanto.

Baca Juga  Tolak UU Ciptaker, Aliansi Mahasiswa dan Buruh Bertekad Duduki Karang Paci

Barang Bukti

Selain sarang burung walet senilai Rp8.000.000 itu, diamankan sejumlah barang bukti. Yakni satu unit telepon genggam merek Belpon, satu unit sepeda motor Yamaha Jupiter MX dan sepotong kayu balok ukuran 5 x 5 dengan panjang 1 meter. YT terancam hukuman penjara sampai tujuh tahun, karena disangkakan dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

YT diduga sudah pernah mencuri di lokasi yang sama. “Ini kali ke dua si pelaku mencuri di gedung walet pak cabup gerbang MAS (Bakal Calon Bupati Kubar, Martinus Kenton). Pada hari Minggu dia lolos dan sempat jual sarang, dan hari ini Selasa nasib si pelaku kurang mujur, ketangkap,” tulis seorang warga dalam akun media sosial Facebook, Darsono Sono.

Darsono yang menyaksikan penangkapan, menyebut awalnya YT tidak mengaku berasal dari mana. Tapi setelah diinterogasi Polisi, barulah mengakui warga salah satu kampung di Kecamatan Nyuatan. “Awalnya dia bilang orang Besiq, baru Jengan Danum. Terakhirnya dibilang dari Sentalar sama pihak berwajib,” tulisnya.

Ia mengaku sangat salut dengan Martinus Kenton yang begitu sabar. Pemilik gedung walet itu melarang warga menghakimi si pencuri. Karena rasa kasihan terhadap si pelaku. “Sebelum pelakunya dibawa ke Polres, Cabup Gerbang MAS nyangui si pelaku Rp300 ribu. Sebagai manusia kita kasihan karena masalah ekonomi, tapi secara hukum si pelaku tetap diproses sesuai UU yang berlaku,” imbuhnya.

Baca Juga  Kepolisian Sayangkan Anak-Anak Hadiri Unjuk Rasa Omnibus Law

“Kita selalu memberi bro. Tapi tolonglah jangan mencuri dong. Ini yang kedua kalinya si pencuri panen walet kami,” kata Veronica Ferguson, yang adalah saudara perempuan dari Martinus Kenton dalam akun Facebook.

“Jangan-jangan ini pelaku yang sama. Karena rumah walet saya kehilangan juga sekitar empat hari lalu. Kebetulan TKP sekitar 200 meter saja dari gedung walet saya,” ungkap akun Facebook Beni Anantaa.sumber kabarkubar.com/

Komentar
Advertisement