src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
HEADLINEKALTIM.CO – Setiap tahun pada tanggal 10 Oktober, dunia memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia dengan tujuan meningkatkan kesadaran global tentang kesehatan mental serta memberikan dukungan bagi mereka yang mengalaminya. Pada tahun 2024, tema yang diangkat adalah “Mental Health at Work” atau Kesehatan Mental di Tempat Kerja. Tema ini menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan kerja yang mendukung kesejahteraan mental, terutama karena lebih dari 60% populasi global adalah pekerja.
Sejarah Singkat Hari Kesehatan Mental Sedunia
Dilansir Detik.com hari Kesehatan Mental Sedunia pertama kali dicetuskan pada tahun 1992 oleh Federasi Kesehatan Mental Dunia (World Federation for Mental Health), dipimpin oleh Richard Hunter yang saat itu menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal. Meski awalnya belum memiliki tema khusus, sejak 1994 peringatan ini semakin terfokus melalui siaran global yang menyampaikan pesan penting mengenai kesehatan mental.
Menurut World Health Organization (WHO), tema tahun ini menyoroti bagaimana tempat kerja dapat berperan besar dalam menjaga atau justru membahayakan kesehatan mental. Lingkungan kerja yang positif, aman, dan mendukung bisa melindungi kesehatan mental para pekerja, meningkatkan produktivitas serta kualitas hidup secara keseluruhan. Sebaliknya, tempat kerja yang tidak sehat—misalnya, dengan adanya stigma, diskriminasi, pelecehan, atau kondisi kerja yang buruk—dapat memberikan risiko besar terhadap kesehatan mental dan produktivitas karyawan.
Pentingnya memperhatikan kesehatan mental di tempat kerja tidak bisa dipandang sebelah mata, terutama karena sebagian besar orang dewasa menghabiskan waktunya di lingkungan kerja. WHO menegaskan bahwa perlindungan terhadap kesehatan mental pekerja perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat secara mental, WHO menyerukan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, organisasi pekerja, dan para pemangku kepentingan terkait. Mereka diharapkan bekerja sama dalam merancang kebijakan yang mendukung kesehatan mental pekerja, sekaligus mencegah potensi risiko yang dapat memengaruhi kesejahteraan karyawan.
Tindakan ini harus dilakukan dengan melibatkan pekerja dan perwakilan mereka, terutama mereka yang memiliki pengalaman langsung dengan kondisi kesehatan mental. Hal ini diperlukan untuk memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan nyata pekerja. Tujuan utamanya adalah menciptakan masa depan yang lebih sehat, di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk berkembang, baik di tempat kerja maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Langkah Nyata untuk Memperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia 2024
Hari Kesehatan Mental Sedunia 2024 tidak hanya sekadar peringatan tahunan, tetapi juga momentum bagi individu dan organisasi untuk bertindak nyata. Beberapa langkah yang bisa diambil untuk mendukung peringatan ini di antaranya adalah:
Artikel Asli baca di Detik.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya di Google News Headline Kaltim