src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ketua DPRD Kukar.(Sumber : Andri)
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Jalan poros Jonggon, Kecamatan Loa Kulu, mengalami longsor yang semakin parah. Longsor terjadi di beberapa titik, tetapi belum dapat diperbaiki dalam waktu dekat karena keterbatasan anggaran. Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar), Wiyono.
“Ada sekitar empat titik yang longsor. Bukan tidak mau diperbaiki, tetapi anggaran untuk memperbaiki jalan tersebut tidak tersedia,” ucap Wiyono beberapa hari lalu di Sekretariat DPRD Kukar.
Wiyono menyebut ketiadaan anggaran bukan berarti instansinya berdiam diri. Upaya penanganan titik longsor tetap diperjuangkan, salah satunya dengan bersurat ke Kementerian PU agar jalan tersebut dapat diperbaiki. Permintaan bantuan kepada pemerintah pusat itu diajukan karena jalan poros Jonggon merupakan jalur pendekat menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur.
“Kami sudah mengajukan surat ke Kementerian PU, tetapi sampai sekarang belum ada respons,” ungkapnya.
Dengan anggaran yang terbatas, kata Wiyono, pihaknya harus ekstra hati-hati dalam melaksanakan kegiatan perbaikan jalan. Efisiensi anggaran masih terjadi secara nasional, termasuk di Kukar.
“Tahun depan, efisiensi diperkirakan masih terus terjadi,” jelasnya.
Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, menanggapi persoalan tersebut. Menurutnya, perencanaan perbaikan titik longsor jalan poros Jonggon sudah dimasukkan dalam APBD murni 2026. Namun, ia belum memantau perkembangan terbaru usulan itu.
“Saya belum pantau soal ini,” ucap Yani.
Yani, yang terpilih dari daerah pemilihan Loa Kulu, Loa Janan, dan Samboja Barat, mengaku telah mengecek langsung ke lokasi. Menurutnya, longsor terjadi di lebih dari empat titik dan sebagian di antaranya parah, bahkan hampir menutup satu badan jalan.
“Jika tidak dianggarkan tahun ini, kami akan perjuangkan masuk APBD 2027 karena kegiatan tersebut sangat penting bagi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (Andri)