src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Disdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani.(Sumber : Andri/Headlinekaltim)
HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Disdamkarmatan Kukar menyebut tiga zona merah kebakaran Tenggarong sulit suplai air pemadam, sementara hidran kering belum menjangkau lokasi kebakaran Jalan AM Alimuddin.
Kepala Disdamkarmatan Kukar Fida Hurasani, yang akrab disapa Afe, menyampaikan hal itu saat meninjau lokasi pascakebakaran, Selasa (6/10/2026).
Selama 3,5 tahun menjabat, ia telah memetakan kawasan yang sulit ditangani bila terjadi kebakaran karena sumber air tidak tersedia.
“Tiga kawasan yang zona merah, Danau Lipan, Danau Aji dan AM Alimuddin, yang kemaren malam terjadi kebakaran besar,” sebut Fida.
Afe mengakui penanganan kebakaran di Jalan AM Alimuddin tidak maksimal karena petugas kesulitan mendapatkan air. Pemadaman sebenarnya sudah dilakukan dengan unit yang tersedia. Namun setiap air habis, petugas harus menunggu 15–20 menit untuk pengisian ulang, sehingga pemadaman sempat terhenti.
“Menunggu air datang, angin semakin kencang sehingga memperparah kebakaran,” ucap Afe.
Disdamkarmatan Kukar memiliki empat unit mobil water supply. Unit yang dikerahkan ke Jalan AM Alimuddin berkapasitas sedang.
Unit berkapasitas besar 10.000 liter sedang digunakan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di luar Tenggarong, yakni satu unit di Sangasanga dan satu unit di SP4 Kota Bangun Darat.
Menurut Afe, langkah antisipasi yang baik adalah membangun hidran kering di zona merah Tenggarong agar distribusi air lancar saat kebakaran. Hidran kering sudah terpasang di simpang Jalan Kartini, tetapi jangkauannya belum sampai ke Jalan AM Alimuddin.
Pihaknya sudah menyusun perencanaan pemasangan hidran kering di kawasan zona merah, namun belum ada tindak lanjut. Penambahan unit water supply juga dinilai penting sesuai kebutuhan.
“Cuma saat kondisi sekarang, defisit anggaran yang terjadi, bisa alami penundaan rencana tersebut. Karena belanja pemerintah tidak seperti yang dulu,” paparnya.
Alternatif lain adalah membuat tandon air berkapasitas 5.000 liter di zona merah. Namun, lokasi pemasangannya belum ada dan berpotensi mengganggu lalu lintas warga.
“Karena kita akui, tiga kawasan zona merah tersebut merupakan kawasan padat penduduk,” pungkasnya.