src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bantuan Kian Banyak Berdatangan untuk Korban Kebakaran Jalan AM Alimuddin

Bantuan Kian Banyak Berdatangan untuk Korban Kebakaran Jalan AM Alimuddin

waktu baca 2 menit
Jumat, 9 Okt 2026 20:51 14 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Bantuan untuk korban kebakaran di Jalan AM Alimuddin, RT 33, Kelurahan Melayu, Tenggarong, kian banyak berdatangan pada Jumat (9/10/2026). Hal itu disampaikan Lurah Melayu Muhammad Hafiz. Bantuan segera disalurkan agar dapat dimanfaatkan oleh 75 kepala keluarga (KK) yang terdampak.

“Bantuan kami serahkan langsung kepada korban agar secepatnya bisa dimanfaatkan,” sebut Hafiz.

Menurut Hafiz, penyerahan bantuan hari ini lebih banyak daripada hari sebelumnya sehingga petugas posko kebakaran agak kewalahan menatanya. Ia pun mengucapkan terima kasih atas bantuan yang terus mengalir kepada warganya.

“Lagi kami tata, bantuan datang lagi. Alhamdulillah, banyak bantuan datang hari ini,” jelasnya.

Hafiz menuturkan, dapur umum dihentikan sementara sejak kemarin karena para korban sudah berada di tempat penampungan atau tinggal di rumah kerabat. Namun, dapur umum dapat diaktifkan kembali jika dibutuhkan.

Ia juga memberikan catatan terkait bantuan pakaian bekas layak pakai yang kini sudah menumpuk di aula kelurahan. Hafiz mengimbau donatur agar mengurangi bantuan pakaian bekas karena dikhawatirkan tidak terpakai oleh korban.

“Prinsipnya kami tidak menolak orang yang mau membantu pakaian bekas, tetapi berdasarkan permintaan korban, untuk pakaian sudah cukup,” jelasnya.

Delapan Rumah Terbakar di Muara Muntai Ulu

Kebakaran juga terjadi pada hari yang sama, sekitar pukul 12.00 Wita, di Desa Muara Muntai Ulu, Jalan Jenderal Sudirman, RT 7, Kecamatan Muara Muntai. Kebakaran itu menghanguskan delapan rumah yang rata-rata berbahan kayu. Kerugian material ditaksir mencapai Rp2 miliar. Salah satu bangunan yang terbakar adalah kantor unit Bankaltimtara Muara Muntai.

“Api diduga berasal dari toko baju dan kosmetik,” jelas Camat Muara Muntai Mulyadi.
Meski hanya delapan bangunan yang terbakar, proses pemadaman memakan waktu cukup lama, yakni sekitar 2,5 jam. Api ditangani petugas serta relawan pemadam kebakaran (damkar) yang ada di desa-desa.

“Dugaan sementara karena korsleting listrik di salah satu rumah warga,” terangnya. (Andri)

LAINNYA
x