src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> 75 Rumah Ludes di Kawasan Pemukiman Padat Kota Tenggarong

75 Rumah Ludes di Kawasan Pemukiman Padat Kota Tenggarong

waktu baca 2 menit
Senin, 5 Okt 2026 21:13 327 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Kebakaran melanda permukiman padat penduduk di Jalan AM Alimuddin, RT 33, Tenggarong, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Senin 5 Oktober 2026 sekitar pukul 16.30 WITa. Sekitar 75 rumah terbakar, termasuk rumah ketua RT setempat.

Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu hampir tiga jam untuk memadamkan api hingga pendinginan.

“Ada sekitar 75 rumah yang terbakar, termasuk rumah Ketua RT,” kata Kepala Pelaksana Damkarmatan Kukar Fida Hurasani di lokasi kebakaran.

Fida yang akrab disapa Afe itu meminta maaf kepada warga karena pemadaman belum bisa dilakukan secara maksimal. Delapan unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, tetapi proses penanganan berjalan lambat akibat sejumlah kendala.

Menurut Afe, lokasi kebakaran merupakan kawasan padat penduduk dengan rumah yang sebagian besar berbahan kayu. Angin yang bertiup sangat kencang juga mempercepat api menjalar.

Selain itu, pasokan air menjadi kendala. Afe mengaku sudah lama memperkirakan bahwa pemadaman akan sulit apabila terjadi kebakaran di lokasi tersebut karena letaknya yang padat. “Ada kolam di lokasi, tetapi sulit dijangkau,” ujarnya.

Proses pemadaman dibantu mobil suplai air dari Perumda Tirta Mahakam, water cannon Polres Kukar, dan mobil Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar. Relawan pemadam kebakaran dari Tenggarong dan Samarinda juga turut membantu. Menjelang pukul 20.00 Wita, api dinyatakan padam.

Afe belum bisa memastikan penyebab kebakaran karena masih dalam pendalaman. “Tidak ada korban jiwa, hanya ada seorang lansia yang mengalami sesak napas,” jelasnya.

Mertua selamat, harta benda ludes

Salah satu warga, Akbar, mengatakan bahwa rumah mertuanya ikut terbakar. Rumah yang telah ditempati bertahun-tahun itu habis menjadi arang. Tidak ada barang yang bisa diselamatkan selain pakaian yang melekat di badan. “Yang penting mertua saya selamat. Semua barang habis terbakar,” ucapnya.

Akbar memperkirakan api berawal dari salah satu rumah di Gang Wakaf. Angin yang kian kencang menjelang sore membuat api merembet ke rumah-rumah di pinggir jalan. “Kebakaran lumayan besar,” kata dia.

Dalam kejadian itu, seorang lansia sempat berusaha menerobos masuk ke rumah yang sedang terbakar karena teringat istrinya masih berada di dalam. Warga lalu mencegahnya.

“Untungnya ada orang yang melihat lansia tersebut, lalu diselamatkan petugas damkar,” ujar Yudi, warga yang menyaksikan kejadian itu. *(Andri)

LAINNYA
x