src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Lapas Tenggarong Targetkan 240 Warga Binaan Miliki Keterampilan, Jadi Barista Hingga Desain Grafis

Lapas Tenggarong Targetkan 240 Warga Binaan Miliki Keterampilan, Jadi Barista Hingga Desain Grafis

2 minutes reading
Wednesday, 16 Feb 2022 12:36 613 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Tujuan Lapas bukan hanya lembaga pemulihan dan pembinaan bagi warga Nara Pidana (Napi), tetapi juga memberikan pelatihan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sebagai bekal dalam menjalani kehidupan sehari-hari setelah bebas.

Di tahun anggaran 2022 ini, Lapas Kelas II A Tenggarong melaksanakan sebanyak 24 kegiatan pelatihan kemandirian dan keterampilan, namun, pada tahap awal ini, sebanyak 12 kegiatan yang akan dilaksanakan terlebih dahulu.

“Karena pencadangan anggaran belanja, pada satuan kerja unit Direktorat Jenderal Pemasyarakatan”, ujar Kepala Seksi Kegiatan Kerja Lapas Tenggarong, Jumari, Selasa 15 Februari 2022.

Dari sisi kuantitas program pelatihan kemandirian, yang diberikan kepada WBP, tiap tahunnya berbeda-beda.

” Pada tahun 2020 kami melaksanakan sebanyak 22 kegiatan, lalu ditahun 2021 sebanyak 12 kegiatan dan pada tahun 2022 ini, disiapkan sebanyak 24 kegiatan”, imbuh jumari.

Pada tahap awal, Lapas Kelas II A Tenggarong menyiapkan sebanyak 240 orang WBP, yang akan mengikuti 12 jenis pelatihan dengan melibatkan 36 orang instruktur yang memiliki sertifikasi dibidangnya masing-masing.

“Targetnya, 240 orang WBP yang diberi pelatihan kemandirian, sudah miliki keterampilan pribadi, ” jelasnya.

Ditambahkan, Kepala sub seksi kegiatan kerja, Zairin Zain menerangkan, bahwa pada tahap pertama ini, pelatihan yang dilaksanakan meliputi Barista, kuliner, otomotif, pertukangan, desain grafis, menjahit, etalase alumunium, meubelair, dan barbershop.

Untuk bisa mengikuti pelatihan, diawali pengumuman dulu di Lapas, setelah ada yang berminat, maka akan dilakukan wawancara. Mana yang memiliki sikap dan prilaku keseharian yang layak, maka akan diterima menjadi peserta pelatihan.

“Ada kegiatan yang kami laksanakan beberapa kali, dikarenakan akan menjadi produk unggulan dari lapas Tenggarong, diantaranya meubelair, desain grafis dan pertukangan,” ucap zairin

Lapas Kelas II A Tenggarong sebutnya, sudah bekerja sama beberapa pihak ketiga dalam penyediaan tenaga instruktur, diantaranya LKP Berkat Jaya, PKBM Amor Raya, Rika Hair Studio, CV. Gelukking Samen, LPK Etam Borneo dan LKP Noor sandy.

“Pelatihan Barista yang sudah pernah kita lakukan sebelumnya di Lapas membuahkan hasil. Ada eks penghuni Lapas, yang sudah buka Kafe di Kutai Barat, ” jelasnya.

Hasil dari pelaksanaan pelatihan kemandirian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif baik dari sisi perolehan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dan menghasilkan WBP yang terampil.

Salah satu WBP Yazid, yang menjadi peserta pelatihan Barista, dengan kasus tindak pidana narkotika, yang pada tahun ini mengikuti kegiatan pelatihan Barista.

“Alhamdulillah, saya ikuti pelatihan ini dapat ilmu, juga mendapat kepercayaan, untuk bekerja di Kafe kopi yang ada di dalam lapas ini, “ungkapnya. (Adv)

Penulis: Andri

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x