src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pandemi COVID-19 yang berkepanjangan dituding menjadi salah satu penyebab melambannya pembangunan di Kaltim. Namun Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo menyebut, banyak proyek pembangunan infrastruktur masih tahap tender.
Legislatif dari Fraksi PAN ini menilai, tender atau proses lelang pembangunan tahun 2021 terkesan lama. Sehingga, Sigit Wibowo khawatir, jika pembangunan tidak segera dilakukan, dapat dipastikan infrastruktur menjadi terhambat dan akan berdampak pada perekonomian rakyat.
“Lelang tender tertunda pasti berpengaruh, mestinya lelang dimulai paling lambat Maret. Kalau lambat sampai sekarang ini, apa yang mau dikerjakan? karena membutuhkan waktu yang besar, paling tidak 3 bulan,” katanya.
Akibatnya, lanjut Sigit Wibowo, sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan (SILPA) tahun 2021 akan bertambah, dibandingkan tahun 2020 lalu dengan sisa anggaran Rp 2,2 triliun.
Selain itu, sejumlah proyek multi years (MYC) yang dijadwalkan mulai digeber tahun ini, berpotensi ikut mengalami penundaan. Diantaranya pembangunan jalan layang Muara Rapak Balikpapan dan perluasan gedung RSUD AW Sjahranie Samarinda.
Oleh sebab itu, anggota DPRD Kaltim Dapil Balikpapan ini mendorong Pemerintah Provinsi Kaltim untuk menggerakkan OPD terkait untuk cepat bekerja, khususnya dalam hal penyerapan anggaran.
“Sebab jika tidak terserap, maka pembangunan di Kaltim akan melambat tahun ini. Bahkan beberapa MYC diperkirakan akan tertunda, karena tender yang terlambat,” pungkasnya. (Advetorial)
Penulis : Ningsih