Beranda BERITA Jenazah Ditemukan Mengapung di Perairan Anggana, Identitas Belum Bisa Dipastikan

Jenazah Ditemukan Mengapung di Perairan Anggana, Identitas Belum Bisa Dipastikan

Basarnas mengevakuasi jenazah. (sumber: istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Tim Basarnas menemukan jenazah mengapung di perairan Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, Sabtu 17 Oktober 2020 pukul 08.00 WITA.

Tim SAR belum bisa memastikan apakah jenazah yang ditemukan merupakan korban dari kecelakaan kapal melibatkan ABK Tug Boat Tanjung Pura XIX, empat hari lalu di perairan Mahakam, Kota Samarinda.

Kepala Kantor Basarnas Kaltim Melkianus Kotta menjelaskan jenazah kini dibawa ke RSUD AW Sjahranie.

Advertisement

“Jenazah dibawa ke rumah sakit guna di dalami oleh Tim Inafis memastikan identitas korban. Dikarenakan jenazah sudah susah untuk dikenali,” kata Melki.

Melki menambahkan, bagi keluarga atau kerabat korban dapat mengecek identitas jenazah di RSUD AW Sjahranie untuk memastikan penemuan.

“Kami masih menunggu dokter jaga di RS AWS, tim Inafis dan kerabat Alwi. Jenazah masih di rumah sakit,” kata Melki.

Sebelumnya, tim Basarnas memperluas pencarian Anak Buah Kapal (ABK) Alwi 25 tahun yang hilang dalam kecelakaan sebuah kapal klotok di perairan sungai Mahakam tepatnya tikungan GP atau Jembatan Mahkota 2, Kamis 15 Oktober 2020 lalu.

Alwi hilang usai kapal klotok ditumpanginya menabrak ponton di lokasi kejadian pada hari Rabu 14 Oktober 2020.

Pencarian korban mengerahkan rubber boat Basarnas, kapal patroli Pol Air, Polres Samarinda, KSOP dan relawan. Operasi pencarian seluas radius 2 kilometer sampai 4 kilometer. Dari titik lokasi tenggelamnya korban ke arah hilir sungai Mahakam.

Korban hilang Alwi merupakan warga Jeneponto. Saat kejadian, dia naik klotok yang merapat ke ponton mau mengambil kunci jangkar.

Lalu, klotok tiba-tiba masuk di bawah ponton dan hancur. Tiga penumpang kapal berenang bertiga untuk menyelamatkan diri. Rekan korban, Ahmad Jaya dan juragan selamat dalam peristiwa ini. Namun, Alwi tak diketahui nasibnya.

Penulis : Amin

Komentar
Advertisement