Beranda Samarinda Kapasitas Ruang Perawatan Pasien COVID-19 Masih Cukup

Kapasitas Ruang Perawatan Pasien COVID-19 Masih Cukup

Plt Kadinkes Samarinda dr Ismed Kusasih. (Ningsih/headlinekaltim.co)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Data laporan Dinas Kesehatan Samarinda menyebutkan terjadi penurunan angka kasus terkonfirmasi positif COVID-19 pada bulan Oktober ini. Namun, antisipasi lonjakan pasien tetap dilakukan yaitu dengan penambahan tempat tidur khusus perawatan bagi pasien baru di beberapa rumah sakit.

Plt Kepala Dinas Kesehatan kota Samarinda, dr Ismed Kusasih mengatakan, masing-masing rumah sakit telah menghitung kalkulasi kapasistas tempat tidur khusus pasien terkonfirmasi positif COVID-19.

Dia juga meyakinkan bahwa kapasitas ruang perawatan masih cukup. “Kalau saya lihat sekarang ini, mereka (rumah sakit) sudah mempersiapkan. Yang jelas kapasistas kita untuk COVID-19 masih cukup,” ucapnya saat dikonfirmasi media ini.

Advertisement

Ismed mengklaim keterisian ruang perawatan untuk pasien COVID-19 di rumah sakit karantina baru mencapai 70 sampai 80 persen.

“Masih ada antara 20 sampai 30 persen hunian perawatan yang kosong. Artinya, masih cukup,” katanya.

Menurutnya, beberapa rumah sakit di Samarinda telah menyediakan kamar tambahan untuk pasien-pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Jadi masih cukup, apalagi sekarang ada penambahan kamar isolasi di RS Dirgahayu sebanyak 40 kamar. RS Hermina saya dengar juga menambah 40 kamar. RS SMC sebanyak 35 kamar. RSUD IA Abdul Muis sudah hampir 50 kamar. RSUD AW Sjahranie juga sudah nambah,” rincinya.

Langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan kota Samarinda untuk menekan jumlah penyebaran COVID-19 yakni dengan memperkuat tracing.

“Kenapa cukup? Karena kita juga memperkuat tracing, jadi pasien yang kita temukan kebayakan ringan, jadi tidak perlu dirawat. Makanya cukup isolasi mandiri atau kalau tidak memungkinkan di rawat di RS Karantina,” terangnya.

Dia  mengapresiasi langkah-langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kaltim dengan membuka pendaftaran tenaga medis dan pendukungnya yang akan ditempatkan di PPSDM sebagai rumah sakit karantina.

“Insyaallah kita bisa karena kan sudah 7 bulan. Dari Pemprov juga akan mengoperasikan rumah sakit karantina tambahan,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih

Komentar
Advertisement