src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Objek Wisata Alam Keham Brumpak Desa Jonggon.(sumber : Istimewa/ Balikpapan TV)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Berjarak 58 Km dari Tenggarong, Desa Jonggon Kecamatan Loa Kulu memiliki gua yang belum dikelola dengan baik. Padahal, bisa menjadi objek wisata potensial daerah.
”Ada sekitar tiga objek gua yang belum dikelola di desa kami,” sebut warga Desa Jonggon, Sugiyanto, Selasa 13 Januari 2026.
Padahal gua tersebut menjadi ciri khas alam yang sangat bagus jika dikelola dengan baik guna menarik wisatawan. Selama ini, objek wisata alam yang terkenal di Desa Jonggo adalah air terjun Keham Brumpak. ”Itu pun akses masuk ke air terjun perlu perbaikan agar mudah menuju kesana,” jelasnya.
Kabid Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar Ridha Fatrianta menyebut tidak mengetahui secara pasti ada gua di Desa Jonggon yang layak dijadikan objek wisata alam.
Jika masyarakat adat atau pemerintah desa ingin menjadikan objek wisata alam, bisa saja dilakukan sepanjang diperhatikan kepemilikan lahan. ”Yang terpenting status lahan dan kepemilikannya jelas,” ucapnya.
Ia menambahkan, objek wisata alam yang ada di desa-desa dikelola oleh kelompok sadar wisata (Pokdarwis) atau Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Untuk Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2025 dari sektor pariwisata mencapai Rp 60 miliar. ”Kami konsentrasi pengembangan wisata budaya yang menonjolkan khas kebudayaan lokal desa agar wisatawan banyak berkunjung ke Kukar,” jelasnya.
Pemerhati Budaya yang juga Ketua Rumah Budaya Kukar Hasruliansyah mengakui objek gua di Desa Jonggon. Namun, untuk menuju ke sana sangat sulit. Objek wisata terkenal di desa tersebut air terjun Keham Brumpak. ”Untuk melihat gua yang ada di sana harus melewati jalan perusahaan ITCI,” jelasnya.(Andri)