src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Aksi aliansi mahasiswa menolak kenaikan harga BBM. (erick) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Aliansi Masyarakat Kaltim Membara yang merupakan gabungan mahasiswa dari berbagai universitas yang ada di Samarinda, berdemonstrasi.
Massa aksi memadati depan Kantor Gubernur Kaltim Jalan Gadjah Mada Kelurahan Jawa Kecamatan Samarinda Ulu Kota Samarinda, sejak pukul 14.00 WITA, pada Selasa 6 September 2022.
Demonstrasi ini merupakan respon mahasiswa dari kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang secara resmi dinaikkan oleh pemerintah pada Sabtu 3 September 2022.
Humas Aksi Sayid Ferhat Baraqbah menyampaikan pihaknya menolak dengan tegas kenaikan BBM.
“Kami secara tegas menolak kenaikan BBM ini,” ujarnya kepada awak media saat aksi berlangsung.
Dia mengklaim aliansi yang dibangun ini berhasil memobilisasi massa mencapai 1.000 orang.
“Kita punya tuntutan, kita mau Pemerintah Provinsi keluar menemui kami, bukan kami yang masuk. Kami hari ini sebanyak 1.000 massa,” bebernya.
Sayid juga menyampaikan bahwa pihaknya memiliki empat tuntutan.
“Pertama, mendorong payung hukum yang jelas terhadap penggunaan BBM bersubsidi. Kedua, mengevaluasi peran BPH Migas yang bertugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap pelaksanaan penyediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak bersubsidi.
Ketiga, mendesak pemerintah memberantas mafia migas dan tambang. Keempat, menjaga stabilitas harga bahan pokok,” katanya.
Ia menyampaikan jika tuntutan mahasiswa tidak diakomodir maka demonstrasi selanjutnya akan dilakukan dengan jumlah massa yang jauh lebih besar.
“Kami akan turun kembali dengan eskalasi yang jauh lebih besar,” tutupnya.
Sebelum aksi berakhir, Wakil Gubernur Hadi Mulyadi menemui mahasiswa menyampaikan bahwa tidak ada itikad buruk dari Pemprov Kaltim kepada masyarakat Kaltim.
“Saya selaku pemangku kebijakan. Tidak ada sedikit pun niatan menyengsarakan masyarakat Kaltim,” bebernya kepada mahasiswa yang memadati depan Kantor Gubernur.
Hadi Mulyadi juga menyampaikan sepakat dengan aspirasi dari mahasiswa.
“Tuntutan mahasiswa kami sepakat, kami akan sampaikan ke pusat evaluasinya,” tukasnya.
Berdasarkan pantauan lapangan oleh headlinekaltim.co, demonstrasi bubar usai azan magrib. Selama demonstrasi berlangsung, mahasiswa melakukan perusakan pagar Kantor Gubernur Kaltim serta pagar kawan pengamanan selama aksi berlangsung.
Penulis: Erick
Editor: MH Amal