src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Personel kepolisian mulai bersiaga jelang aksi penolakan kenaikan harga BBM. (IST)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dari seluruh Universitas di Kota Samarinda akan menggelar aksi unjuk rasa penolakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Aksi akan dipusatkan di depan kantor DPRD Kota Samarinda Kamis 8 September 2022.
Untuk itu, Polresta Samarinda telah menyiapkan personel untuk pengamanan unjuk rasa. “Kami sudah menurun 500 personel untuk pengamanan dari gabungan TNI/Polri,” ungkap Kapolresta Samarinda, Kombes pol Ary Fadly melalui sambungan seluler.
Ary Fadly menambahkan untuk pengamanan aksi unjuk rasa ini, pihaknya juga mendapat bantuan personel dari Polda Kaltim.
“Ada bantuan dari Polda Kaltim sebanyak 2 Satuan Setingkat Kompi (SSK) dari Brimob dan Sabhara,” tambahnya.
Disinggung mengenai skema pengamanan, perwira polisi nomor satu di Kota Samarinda itu menegaskan tetap akan melakukan pengamanan yang humanis.
“Tetapkan kami lakukan pengamanan yang persuasif dan humanis. Dan ada juga tim negosiator,” ucapnya.
Kendati begitu, Ary Fadly meminta agar seluruh mahasiswa bisa menyampaikan aspirasi dengan santun dan tidak terprovokasi.
Penulis: Riski
Editor: MH Amal