src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Jelang Porprov Kaltim 2026, Kukar Masih Kurang Dana Rp 9 Miliar

Jelang Porprov Kaltim 2026, Kukar Masih Kurang Dana Rp 9 Miliar

2 minutes reading
Wednesday, 22 Apr 2026 19:18 0 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG— Menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2026 pada bulan November di Kabupaten Paser, Dinas Pemuda dan Olahraga(Dispora) Kukar was-was karena masih kekurangan dana untuk persiapan keikutsertaan kontingen Kukar.

“Kami ini masih kekurangan dana menuju Porprov Kaltim,” ucap Kadispora Kukar Aji Ali Husni Rabu 22 April 2026, saat RDP bersama Komisi IV DPRD Kukar.

Ali merinci, total keperluan dana sekitar Rp 20 miliar. Pihaknya masih butuh sekitar Rp 9 miliar untuk keperluan uang harian, penginapan, transportasi, dan sarana prasarana penunjang atlet. Dispora berharap ada pendanaan tambahan dana demi sukseskan Porprov.

“Belum lagi, keperluan tenaga medis, Psikolog, dan BPJS Ketenagakerjaan karena ini unsur penting sesuai arahan KONI Kaltim, harus dipenuhi untuk atlet,” keluhnya.

Ketua KONI Kukar Khairil Anwar mengakui kekurangan dana bisa melebihi Rp 10 miliar karena data atlet di Dispora dengan KONI yang bakal berangkat ke Paser berbeda jumlahnya. Dispora mendata 1.200 atlet yang akan berangkat.

“Sedangkan data kami, atlet yang berangkat mencapai 1.670 orang. Kami juga dapat hibah Rp 200 juta lebih, tapi belum cukup untuk penopang kegiatan. Jika tetap dipaksakan, maka akan ada pengurangan kelas tanding,” ucapnya.

Ali menambahkan, bidang kepemudaan juga mengalami kekurangan dana. Ada sembilan sub kegiatan dengan estimasi kebutuhan dana sekitar Rp 3 miliar per tahun. Sedangkan dana tersedia hanya Rp 200 juta. “Kami baru menggelar pelatihan kader pemuda saja,” ungkapnya.

Ketua Komisi IV DPRD Andi Faisal merasa prihatin dengan kondisi minimnya anggaran olahraga dan pemuda. Ironisnya, kekurangan dana sulit diperjuangkan pada APBD Perubahan 2026 karena waktu mepet. Pembahasan APBD perubahan 2026 baru dilakukan pada bulan Agustus dan penetapan di bulan September.

“Kami akan komunikasikan ke Bupati, semoga ada bantuan pergeseran anggaran. Bisa juga melalui bantuan pihak ketiga, perusahaan yang beroperasi di Kukar,” tegasnya.

Anggota Komisi IV Fatlon Nisa juga merasa prihatin dengan keluhan yang disampaikan Dispora, KONI dan KNPI. Khususnya soal persiapan jelang Porprov. Ada kebutuhan baju pertandingan Cabor yang harus beli di tingkat pusat. “Seperti olahraga Tarung Derajat dan Kempo, itu belanja baju tanding atletnya harus ke organisasi pusat. Ini coba kita perjuangkan,” pungkasnya.(Andri)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x