src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> API Kukar Punya Nahkoda Baru, Fokus Perkuat Program Sosial dan Kesejahteraan Pendeta

API Kukar Punya Nahkoda Baru, Fokus Perkuat Program Sosial dan Kesejahteraan Pendeta

3 minutes reading
Tuesday, 19 May 2026 06:52 1 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pengurus Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Cabang Kutai Kartanegara periode 2026-2031 dilantik di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Senin (18/5/2026). Pdt Juari Daud resmi dinobatkan sebagai Ketua API Kukar oleh Ketua API Kalimantan Timur Yulius Hein.

Dalam sambutannya, ia menegaskan komitmen kepengurusan baru untuk menghadirkan perubahan nyata, baik di internal organisasi maupun dalam pelayanan sosial bagi para pendeta dan keluarga mereka. “Di kepengurusan API yang baru, banyak orang baru, tapi siap berkomitmen dan bekerja untuk umat,” jelas Juari Daud.

Ia menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memperkuat fondasi internal organisasi agar API Kukar mampu bergerak lebih solid dalam menjalankan berbagai program strategis. Menurutnya, tantangan yang dihadapi para pendeta di Kukar tidak hanya berkaitan dengan pelayanan rohani, tetapi juga persoalan kesejahteraan keluarga yang masih membutuhkan perhatian serius.

Juari mengungkapkan, dari sekitar 500 pendeta yang tersebar di seluruh wilayah Kukar, banyak di antaranya memiliki profesi sampingan untuk menopang kebutuhan hidup. “Dari 500 pendeta se-Kukar, tapi dari berlatar belakang berbagai profesi, ada yang berkebun, pekerja, dan guru. Makanya ada yang tidak hadir pada kesempatan ini,” sebutnya.

Kondisi tersebut, lanjut dia, menjadi alasan kuat bagi API Kukar untuk merancang program pemberdayaan ekonomi bagi para pendeta. Upaya itu diharapkan mampu membantu para pelayan gereja agar lebih fokus dalam menjalankan tugas pelayanan tanpa terbebani persoalan ekonomi.

Program penguatan ekonomi akan menjadi salah satu agenda prioritas kepengurusan baru, terutama bagi para pendeta yang bertugas di wilayah-wilayah terpencil Kutai Kartanegara.

Pengabdian para pendeta di daerah pelosok seperti Malong hingga Belayan Tabang, menurut Juari, membutuhkan dukungan konkret agar pelayanan spiritual tetap berjalan optimal. Ia menekankan, pendeta harus memiliki ketangguhan, baik secara spiritual maupun sosial, agar mampu menjadi teladan di tengah jemaat dan lingkungan sekitar. “Kami juga siap bermitra dengan Pemkab Kukar, menjalankan program Pendeta Idaman Kukar Ok,” tegasnya.

Ketua API Kalimantan Timur, Yulius Hein mengingatkan besarnya tanggung jawab pelayanan mengingat jumlah umat Kristen Protestan di Kutai Kartanegara mencapai puluhan ribu jiwa. Ia menyebut, para pendeta tidak cukup hanya menjalankan pelayanan di mimbar, melainkan juga harus aktif menghadirkan karya nyata yang membawa perubahan positif bagi masyarakat.

“Mari memberi karya, bangun kesejahteraan,” jelasnya.

Yulius menilai keberadaan API harus mampu menjadi motor penggerak transformasi sosial berbasis nilai-nilai spiritual, sekaligus memperkuat solidaritas antarumat beragama. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara pun menaruh harapan besar terhadap kiprah organisasi tersebut.

Mewakili Bupati Kukar, Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kukar, Rinda Desianti, menegaskan bahwa API memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam menjaga harmoni sosial dan memperkuat pembangunan karakter masyarakat.

“API harus terlibat aktif, dalam forum diskusi kegiatan dan program kemasyarakatan. Kita butuh kesatuan hati membangun daerah dari berbagai pemuka agama,” ujarnya.

Rinda yang juga menjabat Kepala Dinas Sosial Kukar mengatakan para pendeta memiliki peran penting sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam membina mentalitas, karakter, dan etos kerja masyarakat.

Menurutnya, sinergi lintas agama menjadi modal penting untuk mendorong keberhasilan pembangunan daerah secara menyeluruh. “Pemkab Kukar berkomitmen penuh mengayomi seluruh umat beragama tanpa terkecuali, tertuang dituangkan di 17 program dedikasi,” jelasnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pemuka agama Kristen, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara juga menyiapkan program wisata rohani ke Tanah Suci Holyland. Program tersebut menjadi penghargaan bagi para pemuka agama yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam membina spiritualitas dan mental masyarakat.

Langkah itu sekaligus menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendukung seluruh elemen keagamaan secara adil dan setara.

Di penghujung sambutannya, Rinda mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk para tokoh agama, untuk bersama-sama mendukung agenda transformasi sosial dan ekonomi yang tengah digencarkan pemerintah daerah.

“Mari bergandengan tangan dan bahu membahu mensukseskan agenda besar transformasi sosial dan ekonomi, yang sedang gencar dilaksanakan Pemkab,” tutupnya. (Andri)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x