HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Komitmen memperkuat sektor pertanian berkelanjutan di Kalimantan Timur terus diperkuat melalui kolaborasi antara Polda Kaltim dan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara.
Melalui pemanfaatan lahan eks tambang milik PT Kitadin di Desa Embalut, Kecamatan Tenggarong Seberang, kedua pihak mendorong pengembangan sektor pertanian berkelanjutan sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.
Kapolda Kaltim, Endar Priantoro, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah konkret dalam membangun sektor pertanian berkelanjutan yang tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. “Program kolaborasi ini adalah pengembangan sektor pertanian berkelanjutan,” ujar Endar Priantoro, Sabtu (16/5/2026).
Ia menjelaskan, penguatan sektor pertanian berkelanjutan tidak hanya dilakukan di Kutai Kartanegara, tetapi juga diterapkan di sejumlah kabupaten lain di Kalimantan Timur.
Hingga Mei 2026, program ketahanan pangan yang dijalankan jajaran Polda Kaltim telah merealisasikan penanaman jagung di lahan seluas 861,45 hektare dari total target 1.517 hektare.
Dari luasan tersebut, hasil panen yang diperoleh mencapai 368,97 ton jagung. Sebanyak 220,24 ton di antaranya telah terserap oleh Perum Bulog.
Menurut Kapolda, capaian ini menunjukkan bahwa pengembangan sektor pertanian berkelanjutan mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan petani binaan.
“Sudah panen 368,97 ton jagung, dan sebanyak 220,24 ton sudah terserap oleh Bulog. Keberhasilan ini, memberi dampak besar terhadap petani binaan Polri,” jelasnya.
Agenda tersebut juga dirangkaikan dengan panen raya virtual bersama Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri yang dipusatkan di Tuban, Jawa Timur.
Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, menyatakan kesiapan pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian berkelanjutan melalui penggarapan lahan seluas 100 hektare di kawasan eks tambang PT Kitadin.
Lahan tersebut nantinya akan dikelola oleh kelompok tani di wilayah Tenggarong Seberang. Aulia menegaskan, pengembangan sektor pertanian berkelanjutan yang dilakukan tidak berhenti pada proses tanam dan panen semata.
Pemerintah bersama mitra terkait telah menyiapkan skema hilirisasi hasil pertanian agar seluruh komoditas memiliki nilai tambah ekonomi. Setelah masa panen, hasil jagung akan diserap oleh Bulog dan sejumlah lembaga lainnya untuk memastikan distribusi berjalan optimal.
“Jadi bukan sekedar tanam panen, dari hulu ke hilir sudah dirancang dengan matang. Dalam pendanaan petani akan dibantu oleh Bank Himbara (Himpunan Bank Milik Negara),” ungkapnya.(Andri)




